Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Rabu, 15 Juli 2020 - 12:39 WIB

Banprov dan JPS Sumedang Disalurkan Berbarengan di Talun, Lurah: Pengurangan Jumlah Karena Double

Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang, kembali menyalurkan bantuan sosial (Banss) Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Kabupaten Sumedang dan Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat Tahap Dua. Dua kegiatan tersebut diselenggarakan secara bersamaan. Rabu, 15 Juli 2020.

IWAN RAHMAT/SUMEDANGONLINE SERAHKAN BANSOS: Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang, kembali menyalurkan bantuan sosial (Banss) Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Kabupaten Sumedang dan Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat Tahap Dua. Dua kegiatan tersebut diselenggarakan secara bersamaan. Rabu, 15 Juli 2020.


SUMEDANG, SO — Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang, kembali menyalurkan bantuan sosial (Banss) Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Kabupaten Sumedang dan Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat Tahap Dua. Dua kegiatan tersebut diselenggarakan secara bersamaan. Rabu, 15 Juli 2020.

Terlihat dari pantauan para penerima manfaat yang menerima bansos dibagi dalam dua meja sehingga tidak terjadi penumpukan ketika pengambilan uang.

“Alhamdulillah pada kesempatan hari ini sesuai jadwal dari Kabupaten Sumedang maupun dari Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, bahwa pada hari ini dilaksanakan sekaligus. Dua penyerahan banprov tahap 2, kemudian dari APBD kabupaten Sumedang ini juga tahap dua,” ujar Endang Rohman selaku Kepala Kelurahan Talun pada SUMEDANGONLINE di ruang kerjanya.

Baca Juga  Anak SD IT Wafat Usai Pelajaran Olahraga Renang

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk bantuak JPS dari Kabupaten Sumedang dari tadinya 60 penerima berkurang jadi sekitar 30-an penerima. Hal itu menurut dia, karena adanya perpindahan dari JPS ke Banprov.

“Kalau yang Banprov Provinsi Jawa Barat sekitar 600 sekian yang diajukan, tapi yang di ACC 500-an sekian. Jadi berkurang dua-duanya, kalau yang APBD Sumedang itu dialihkan ke Banprov. Jadi yang tadinya 60 menjadi berkurang, dari 60 ke 30, itu masuk ke Banprov,” ungkapnya.

Salahsatu alasan pegurangan bantuan dari provinsi menurut informasi yang dia dapati dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat lantaran adanya penerima yang double menerima bantuan. Dia memastikan untuk saat ini sudah tidak adalagi penerima bantuan yang ganda.

Baca Juga  Krisna Ditunjuk Ketua Komunitas Siber Sumedang

“Kalau informasi dari Provinsi Dinsos Jawa Barat, itu karena ada double salahsatunya. Double penerima. Jadi sekarang, tidak ada lagi double penerima, kalau misalkan APBD ya APBD. Kalau Banprov ya Banprov, tidak double. Kebanyakan itu.

”Biasanya yang namanya bantuan, semua juga karena ini terdampak, bukan bantuan karena tidak mampu. Kalau PKH kan biasa, dari segi administrasi dan sebagainya. Sekarang kan masuk ada sapa warga, jadi pelayanan terhadap masyarakat itu lebih baik,” demikian Endang Rohman. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Kapolsek Conggeang, Iptu Adang Sobari SH disela memantau pelaksanaan suntik vaksin juga memberikan masker kepada warga, Sabtu 24 Juli 2021.

KESEHATAN

HUT Bhayangkara ke-75, Ratusan Warga Conggeang Disuntik Vaksin Dosis Kedua di Polsek Conggeang
Ketua RT 01 RW 18, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Wawan,

Pilihan Redaksi

Ketua RT: Harusnya Ada Klasifikasi Penerima Bantuan Terkena Dampak Corona

Pilihan Redaksi

Perkim Percepat Pendataan Tanah yang Terkena Tol Cisumdawu

Pilihan Redaksi

Tukang Ojeg Penyebar Hoaks Bangkitnya PKI Mengaku Menyesal

Pilihan Redaksi

Seorang Bocah SD di Ujungjaya Sumedang Masuk Sumur Tua

Pilihan Redaksi

MUI Sindang Pakuwon Sambut Baik Program Salat Subuh Berjamaah

Nasional

WCI dan Ponpes Nurul Ikhsan Garut Gelar Khitanan Massal

SUMEDANG

Kapolres Sumedang: Diharapkan Warga Paham, Tak Ada Penolakan Pemakaman Jenazah Covid-19