Menu

Mode Gelap

BISNIS · 8 Des 2020 22:26 WIB ·

One Pesantren One Product Jabar Raup Transaksi Rp21 Miliar lewat Temu Bisnis

REPORTER: RADIO RAJA FM | EDITOR: FITRIYANI GUNAWAN

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil saat menghadiri acara Temu Bisnis dan Penyerahan Hadiah OPOP di Hotel Papandayan, Kota Bandung, Selasa (8/12/2020).

PIPIN/HUMAS JABAR TEMU BISNIS: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil saat menghadiri acara Temu Bisnis dan Penyerahan Hadiah OPOP di Hotel Papandayan, Kota Bandung, Selasa (8/12/2020).

SUMEDANGONLINE, KOTA BANDUNGPesantren menyimpan potensi yang besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Selain menjadi pusat pendidikan dan keagamaan, pesantren dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

Guna memaksimalkan potensi ekonomi pesantren, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) berinovasi. Salah satunya dengan meluncurkan program One Pesantren One Product (OPOP) pada 2018 lalu.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil melaporkan, hingga saat ini 1.500 pesantren mengikuti program OPOP. Di tengah pandemi Covid-19, Pemda Provinsi Jabar berupaya memperluas pasar dengan memanfaatkan platform digital.

“1500-an pesantren Alhamdulillah sekarang sudah punya bisnis dan berhasil selama pandemi karena dibimbing oleh Pemda Provinsi Jabar untuk memulai program wirausaha dan go digital,” kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– usai menghadiri acara Temu Bisnis dan Penyerahan Hadiah OPOP di Hotel Papandayan, Kota Bandung, Selasa (8/12/2020).

BACA JUGA: Ini Nama Penerima Penghargaan Raksa Prasada 2020 dari Gubernur Jabar

Kang Emil mengatakan, Pemda Provinsi Jabar menargetkan 5.000 pesantren bergabung dalam program OPOP. Hal ini untuk membuktikan bahwa semangat wirausaha di pesantren dan digitalalisasi tidak hanya milik warga perkotaan, tetapi juga untuk warga di perdesaan yang menjadi basis keberadaan pesantren.

Baca Juga  Perangi Covid, Polres Sumedang Gelar Kampanye Penggunaan Masker

“Mudah-mudahan target 5.000 Pesantren sampai akhir masa jabatan, bisa diwujudkan dan kita bisa membuktikan bahwa semangat wirausaha semangat digitalisasi tidak hanya milik orang kota, tapi juga mereka-mereka yang ada di perdesaan,” ucapnya.

Selama pandemi Covid-19, produk-produk pesantren yang tergabung dalam OPOP dipasarkan melalui pameran online. Hal ini untuk lebih memudahkan pembeli dan pesantren melakukan transaksi jual-beli.

BACA JUGA: Bareskrim Polri Musnahkan 5 Hektare Ladang Ganja di Sumut

BACA JUGA: Kapolres Resmikan 23 Rutilahu di Cisarua dari Program Polres Sumedang

“Selama pandemi Covid-19 kita melakukan pameran online, jadi pembeli bisa mengeklik seolah-olah berada di tempat pameran dan produknya dan sehingga bisa melakukan transaksi kepada pesantren,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Emil juga memberikan penghargaan tiga terbaik pesantren yang mengembangkan wirausaha. Produk ketiga pesantren tersebut akan dipromosikan ke pasar global.

“Kami memberikan juga penghargaan tiga terbaik yang insyaallah akan jualan sampai ke luar negeri,” ucapnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jabar Kusmana Hartadji melaporkan, total transaksi dalam temu bisnis OPOP sebesar Rp21 miliar.

Baca Juga  Marak pencabulan pada anak di bawah umur, ini imbauan Kapolres Sumedang

“Proses temu bisnis digelar secara daring dan langsung, panitia mengundang para perwakilan Indonesia di luar negeri untuk kurasi produk yang dibutuhkan,” ujar Kusmana.

Dalam acara tersebut, Dinas KUK Jabar memperkenalkan inovasi dan transformasi digital yaitu website untuk transaksi jual-beli produk OPOP melalui situs opop.jabarprov.go.id.

“Di website tersebut ada kegiatan pameran produk OPOP online sehingga bisa disaksikan secara internasional. Di situs itu juga akan memudahkan transaksi karena akan tersambung langsung antara penjual dan pembeli di aplikasi WhatsApp,” ucapnya.

Dua tahun berjalan, program OPOP mendapat apresiasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Republik Indonesia (RI).

KemenPANRB memberikan penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2020 kepada Pemda Provinsi Jabar melalui OPOP di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020).

Penghargaan memang bukan hal terpenting dalam membangun Jabar. Namun, penghargaan dapat menggambarkan bahwa program OPOP sudah menyentuh ke akar persoalan dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. ***

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Wabup: Rest Area Tol Cisumdawu Wajib Ada Produk UMKM Sumedang

27 Januari 2022 - 17:45 WIB

Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan, saat memberikan sambutan pada Workshop PaDi UMKM di Aula Tampomas, Kamis, (27/1/2022).

HIPMI Jawa Barat Bekali Para UMKM di Sumedang

27 Januari 2022 - 17:41 WIB

Pembekalan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Naik Kelas bersama PaDi UMKM dan HIPMI dibuka Wakil Bupati Sumedang didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumedang, Kepala Diskopukmpp Kabupaten Sumedang serta Ketua HIPMI Provinsi Jawa Barat di Aula Tampomas IPP Setda Kabupaten Sumedang. Kamis, 27 Januari 2022.

LSM GMBI Sumedang Gelar Capacity Building Digital Banking

30 Desember 2021 - 15:28 WIB

LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) menggelar kegiatan Capacity Building Digital Banking dalam Rangka Mendukung Gerakan Pemberdayaan Bidang UMKM, di Hotel Kencana Jaya Sumedang. Kamis, 30 Desember 2021.

Komunitas 67 UMKM Luncurkan Sumedang Larang Market Place

18 Desember 2021 - 16:40 WIB

Komunitas 67 UMKM bekerjasama dengan Keraton Sumedang Larang menggelar kegiatan acara Saremoni Sumedang Larang Market Place Sebagai Tonggak Digitalisasi Pasar bagi UMKM Sumedang

Wabup Sumedang Berharap Bumdes Tak Mematikan Usaha Masyarakat yang Sudah Ada

15 Desember 2021 - 18:49 WIB

Wakil Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan berharap keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) bisa menjadi salahsatu solusi untuk peningkatan perekonomian masyarakat.

Sertipikatkan Tanah Melalui Program Sertipikasi HAT Mandiri Lintas Sektor UMKM, Pemohon Mengaku Tak Persoalkan Biaya

31 Oktober 2021 - 15:29 WIB

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir saat memberikan sambutan saat penyerahan 500 sertipikat tanah yang dibagikan pada para pelakum UMKM di Kabupaten Sumedang, di Gedung Negara, beberapa waktu lalu.
Trending di BISNIS