Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Sabtu, 6 Februari 2021 - 18:42 WIB

DPD PGMI Sumedang Diminta Jaga Marwah Madarasah, Lantang Suarakan Aspirasi Guru

Prosesi pelantikan Pengurus DPD PGMI Kabupaten Sumedang masa bakti 2020-2025 oleh  Ketua DPW PGMI Provinsi Jawa Barat di Gedung Aula Kemenag Kabupaten Sumedang. Sabtu, 6 Februari 2021.

SUMEDANGONLINE/IWAN RAHMAT PELANTIKAN: Prosesi pelantikan Pengurus DPD PGMI Kabupaten Sumedang masa bakti 2020-2025 oleh Ketua DPW PGMI Provinsi Jawa Barat di Gedung Aula Kemenag Kabupaten Sumedang. Sabtu, 6 Februari 2021.


KEMENAG, SO – Ketua DPW PGMI Provinsi Jawa Barat H. Heri Purnama berharap kepengurusan  baru DPD PGMI Kabupaten Sumedang masa bakti 2020-2025 dapat survive di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu dia juga berharap DPD PGMI Kabupaten Sumedang dapat mengawal aspirasi para guru madrasah terutama mereka yang statusnya masih honorer.

“Karena diakui atau tidak, guru-guru madrasah terutama yang honor itu sangat mengharapkan sekali gerakan-gerakan, langkah-langkah strategis PGMI untuk dapat memfasilitasi profesionalisme dan kesejahteraan Sumedang,” ungkap Heri Purnama pada SUMEDANGONLINE usai pelantikan Pengurus DPD PGMI Kabupaten Sumedang masa bakti 2020-2025 di Gedung Aula Kemenag Kabupaten Sumedang. Sabtu, 6 Februari 2021.

“Harapan saya itu bisa dikawal baik oleh PGMI Sumedang, kita harus bersuara lantang. Tidak bisa main-main, tidak bisa ragu-ragu lagi, bersuara yang lantang agar didengar oleh pemerintah daerah dan oleh guru guru. O, ternyata PGMI ini betul-betul rumah mereka yang baik, rumah mereka yang indah dan wah untuk membawa aspirasi guru-guru madrasah,” imbuhnya.

Baca Juga  BOR RSUD Sumedang Capai 82,69 Persen, Satgas Covid -19 Siapkan Skenario Distribusi Pasien

Tak hanya itu Heri pun mengingatkan DPD PGMI Kabupaten Sumedang agar dapat menjaga warwah madrasah, tidak boleh ada pihak yang merendahkan bahkan meremehkannya.

“PGM Sumedang harus bisa menjaga marwah madrasah, tidak boleh ada orang yang merendahkan dan meremehkan guru-guru madrasah. Tidak boleh ada yang merendahkan jejak madrasah di Kabupaten Sumedang,” tandasnya.

Baca Juga  Tunggak Pembayaran, PLN Akan Putuskan Aliran Listrik

Hal itu beralasan sebut diam karena madrasah saat ini bukan garis kedua, tapi sudah garis pertama dalam bidang pendidikan di Indonesia, terutama di Kabupaten Sumedang.

“Kami bukan garis kedua dalam sistem pendidikan nasional, kami adalah garis pertama. Madrasah ini adalah benteng terakhir, pertahanan moral dan anak-anak. Kita bisa bandingkan anak-anak yang sekolah di madrasah dengan sekolah umum, kita bisa lihat karakter dan perbedaannya. Jadi pemerintah harusnya fokus dalam memperhatikan PGMI dan guru-guru madrasah, karena madrasah ini fokus membimbing mental, akhlak dan prilaku anak-anak yang kemudian menjadi pilar pendidikan nasional pembinaan karakter. Itu ada di madrasah,” demikian Heri Purnama. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Ini alasan Gerindra-PKS Sumedang bentuk KMP

Pilihan Redaksi

20 Tahun Lagi, Garbi Akan Jadi Otak Bangsa Indonesia

SUMEDANG

Kades, Terbukti Kampanye Bisa Dipidana Pemilu

Pilihan Redaksi

Danyonif Raider 301/PKS Pimpin Korps Raport Pindah Satuan Salah satu Perwira Terbaiknya

Pilihan Redaksi

Polisi selidiki kasus sopir truk pengangkut produk kopi yang meninggal mendadak

Pilihan Redaksi

Atasi Bencana Cimanintin Pj Bupati Sumedang Temui Kemensos
Warga Giri Mukti penerima bantuan BLT Kemensos Tahap II saat mengantre di GOR Desa Giri Mukti. Sabtu, 13 Juni 2020.

Pilihan Redaksi

Bansos Tahap I Sudah Tercover, Kades Giri Mukti: Tinggal yang Menyusul
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 1 Sumedang, Titin Suryati Sukmadewi

PENDIDIKAN

850 Siswa SMAN 1 Sumedang Dibagi Rapor, Wakasek: Bantah yang Belum Bayar SPP Tak Dibagi