Pilihan Redaksi, SUMEDANG

Dimasa Pandemi BLK Sumedang Lakukan Pelatihan dengan Mobile Training

Penulis: ACENG SYARIF HIDAYATULLAH | Editor: ACENG SYARIF HIDAYATULLAH
Peserta Pelatihan Mobile Training Unit Balai Latihan Kerja (BLK) pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang. Selasa, 22 Juni 2021.
Peserta Pelatihan Mobile Training Unit Balai Latihan Kerja (BLK) pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang. Selasa, 22 Juni 2021. | FOTO: Iwan Rahmat/SO

SUMEDANG – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak menyurutkan bagi Balai Latihan Kerja (BLK) pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang untuk memberikan pelatihan pada warga Sumedang. Dengan sistem pelatihan mobile training unit, para narasumber berkompeten di bidangnya mendatangi masing-masing daerah untuk memberikan pelatihan.

“Hari ini pembukaan Pelatihan Mobile Training Unit. Pelatihan dengan pola, BLK yang turun ke masing-masing daerah,” ujar Irma Dwi Agustin selaku Kepala UPTD Balai Pelatihan pada SUMEDANG ONLINE. Selasa, 22 Juni 2021.

Dikatakan Irma, ada tujuh mobile training yang bisa diikuti oleh warga Sumedang, yakni Budidaya ikan nila, budidaya jamur tiram, las, servis motor injeksi, roti dan kue.

Lanjutnya untuk pelatihan hari ini yakni budidaya ikan lele dari balai benih Dinas Perikanan dan Peternakan. Para peserta mendapatkan pelatihan seputar budidaya ikan. Ada juga pelatihan jamur tiram di Desa Ciwalur, Babakan Asem. Pelatihan motor injeksi di Ciakar, dan pelatihan las, serta pembuatan roti dan kue.

Baca Juga  [PENGUMUMAN] Pengajuan Daftar Calon Anggota DPRD Sumedang

Karena pelatihan dilakukan di masa pandemi Covid-19 dia memastikan para peserta dan narasumber tetap menjaga protokol kesehatan, salahsatunya menggelar pelatihan di tempat terbuka.

“Pelatihannya (selama) 20 hari tentunya dengan menjaga Prokes. Dimana diusahakan pelatihannya di tempat terbuka. Seperti di BBI sehingga walaupun ada kegiatan pelatihan tetap menjaga prokes untuk memutus rantai covid-19,” tandas Irma.

Dia pun memastikan, semua Narasumber berkompeten dibidangnya masing-masing. Seperti untuk pelatihan jamur tiram pihaknya merekrut dari SMK Tanjungsari. “Setiap Paket Pelatihan diisi 16 orang dan semuanya ada 7 Paket pada gelombang kedua. Platihan ini berbasis kewirausahaan sesuai dengan misi ekonomi kreatif Sumedang Simpati dengan harapan adanya pelatihan ini masyarakat punya kompetensi guna berwira usaha. Kedepannya kami akan mendatangkan para Buyer langsung supaya bisa terus bersambung setelah pelatihan jadi sesuai keinginan dipasaran,” demikian Irma. ***

Tinggalkan Balasan