Home / INTERNASIONAL

Selasa, 13 Juli 2021 - 00:22 WIB

Thailand Ubah Kebijakan Vaksinasi dengan Mencampur Sinovac dan AstraZeneca

Meskipun ada lonjakan kasus, pasokan vaksin di Thailand masih terbatas.

REUTERS MELALUI BBC VAKSINASI: Meskipun ada lonjakan kasus, pasokan vaksin di Thailand masih terbatas.


SUMEDANGONLINE, THAILAND – Warga Thailand akan mendapatkan dua suntikan vaksin dalam penanganan wabah virus Corona. Mereka akan menerima vaksin AstraZeneca setelah suntikan Sinovac.

Dilansir dari BBC, Thailand telah mengubah kebijakan vaksinnya untuk mencampur Sinovac China dengan vaksin AstraZeneca dalam upaya untuk meningkatkan perlindungan. Keputusan itu muncul setelah ratusan tenaga medis terjangkit Covid meski sudah divaksinasi lengkap dengan Sinovac.

“Ini bisa berupa vaksin AstraZeneca, atau vaksin mRNA seperti Pfizer/BioNTech. Dosis ketiga ini akan diberikan tiga sampai empat minggu setelah suntikan Sinovac kedua mereka,” kata Komite Penyakit Menular Nasional negara itu. Senin, 12 Juli 2021.

Baca Juga  Cegah Penyebaran COVID-19, Australia Perpanjang Lockdown

AstraZeneca saat ini adalah satu-satunya vaksin lain yang tersedia di negara ini, dengan suntikan Pfizer/BioNTech yang disumbangkan oleh AS akan segera tiba.

Thailand pertama kali menerima vaksin Sinovac dari China dan mulai memberikan suntikan kepada petugas kesehatannya pada Februari.

Pada hari Minggu, kementerian kesehatan mengatakan dari lebih dari 677.000 staf medis yang divaksinasi penuh dengan Sinovac, 618 terinfeksi antara April dan Juli. Satu perawat telah meninggal dan satu staf medis masih dalam kondisi kritis.

Baca Juga  Eropa Dilanda Banjir, 120 Orang Tewas Ratusan Lainnya Hilang

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine yang menunjukkan hasil dari Chili, Sinovac memiliki tingkat kemanjuran 65,9% terhadap Covid-19, efektif 87,5% mencegah rawat inap dan 86,3% efektif mencegah kematian.

Thailand saat ini berada di tengah lonjakan infeksi baru, melaporkan rekor tertinggi 9.418 pada hari Minggu. Korban tewas untuk hari sebelumnya mencapai 91, juga merupakan jumlah rekor.

Kekhawatiran atas kemanjuran vaksin China di tengah meningkatnya kasus telah mendorong permintaan suntikan lain yang ditawarkan oleh beberapa klinik swasta. ***

Sumber Berita: BBC

Share :

Baca Juga

Seorang pria berjalan sendirian di jalan yang sepi di pusat kota selama lockdown untuk mengekang penyebaran wabah penyakit coronavirus (COVID-19) di Sydney, Australia, 12 Juli 2021.

INTERNASIONAL

Cegah Penyebaran COVID-19, Australia Perpanjang Lockdown
Di kota Erftstadt-Blessem Jerman, beberapa penduduk diyakini terjebak

INTERNASIONAL

Eropa Dilanda Banjir, 120 Orang Tewas Ratusan Lainnya Hilang
Aksi protes warga Kuba yang menuntut segera dilakukan vaksinasi untuk penanganan wabah di Negara tersebut

INTERNASIONAL

Ekonomi Kuba Turun Akibat Pandemi, Ribuan Warga Protes ke Jalan