PENDIDIKAN

Ponpes Miftahul Huda Gelar Silaturahmi Walisantri, Abdul Aziz: Apresiasi Undang-Undang Pesantren

Penulis: Egy | Editor: Redaksi
Alumni Pesantren miftahul huda manon jaya Tasik malaya yang berada dikabupaten Sumedang adakan kegiatan silaturahmi wali santri (Salisan) yang diadakan di pesantren miftahun hasanah, Sabtu 8 Januari 2022.
Alumni Pesantren miftahul huda manon jaya Tasik malaya yang berada dikabupaten Sumedang adakan kegiatan silaturahmi wali santri (Salisan) yang diadakan di pesantren miftahun hasanah, Sabtu 8 Januari 2022. | FOTO: Egy/Sumedangonline

SUMEDANGONLINE, Sumedang: KH Abdul Aziz Affandi selaku pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda-Manonjaya Tasikmalaya memberikan apresiasi terbitnya Undang-Undang, Peraturan Bupati dan Peraturan Gubernur berkaitan dengan pesantren.

“Kita juga merasa bersyukur atas pemerintah hari ini yang membantu dengan lahirnya Undang-undang, Perbub, dan pergub tentang pesantren,” ujar KH. Abdul Aziz Affandi saat memberikan pemaparan pada para alumnsi pesantren Mifathul Huda Manonjaya Tasikmalaya yang ada di Kabupaten Sumedang saat menggelar silaturahmi walisantri (salisan) yang digelar di Pesantren Miftahun Hasanah. Sabtu 8 Januari 2022.

Dia berharap pesantren bukan sekadar fasilitas dan sarana prasarana atau kegiatan semata, tetapi yang terpenting tentang kyai dan ulama yang sarat memiliki sanads keguruan sampai ke Rasulullah SAW agar pemahamannya tidak jadi pemahaman liar. Sehingga dari santri, punya santri dan punya santri lagi, sehingga pesantren akan terus berkembang.

Secara khusus KH Abdul Aziz pun berpesan agar para alumni Hamida Kabupaten Sumedang, jangan salah dalam pengertian kedaulatan, bukan diam menunggu intruksi sebab kedaulatan bukan membendung tapi justru membangun potensi.

Baca Juga  Ketua IGI Sumedang Masuk Nominator Anugerah Guru Indonesia

“Berikan kaum istri menjadi berprestasi, dibicarakan dengan suami kapan diperolehkan menjadi saibah dan sebagainya” tuturnya.

Dia berpasan agar jadi muminin yang sempurna “sing daek hese, daek beurat, daek cape” sebab sebut dia, kalau tidak ada perjuangan nafsu tidak bakalan ada perjalanan untuk menuju Alloh Swt.

Baca Juga  ICMI berharap pemimpin Sumedang kudu berpihak pada pendidikan

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembentukan kepengurusan forum silaturahmi wali santri asal Sumedang yang ditutup dengan Do’a munajat.

Terlihat hadir dalam acara tersebut seluruh wali santri, alumni serta keluarga besar Miftahul Huda turut serta dalam acara tersebut bersama dengan dewan pimpinan pusat salisan, Ketua Hamida wilayah Bandung Raya, ketua Hamida Koordinator Sumedang juga Kepala Bidang Kepemudaan Himpunan Alumni Miftahul Huda. ***

Tinggalkan Balasan