Sekda Sumedang Herman Suryatman mengatakan, ancaman kebakaran dan kekeringan di Kabupayen Sumedang merupakan sesuatu yang terulang setiap tahun.
“Ini bukan sesuatu yang baru. Jadi kita sudah punya pengalaman dan pengetahuan,” ujar Herman.
Karena itu, pengalaman tersebut dijadikan pembelajaran untuk mengantisipasi kejadian berikutnya.
“Itu ada pola yang tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Jadi belajar dari masa lalu, melqkukan langkah-langkah identifikasi dan antisipasi,” ujarnya.
Menurut Sekda, kemungkinan perubahan iklim tahun ini lebih berat dengan tahun kemarin sehingga harus adab koordinasi dengan BMKG dan berbagai komponen terkait fenomena tersebut.
“Karena kemarau yang berkepanjangan mempunyai resiko lebih ekstrem sehingga resiko kekeringannya akan lebih parah lagi,” terangnya.
Sekda mengatakan, setelah memahami masa lalu dan menyiapkan hari ini, maka selanjutnya masa depan yang harus dirumuskan.
“Kita akan menyiapkan skema program untuk menangani bencana kekeringan dan kebakaran ini jauh lebih baik dan akan menjawab persoalan,” katanya. ***
