Indeks

Goethe-Institut Buat Dokumentasi Kebudayaan Sumedang Melalui Seni dan Tulisan

Panti Baca Ceria berkolaborasi dengan Goethe-Institut mengadakan kegiatan "Menjaras Memori Kolektif" untuk mendokumentasikan kekayaan budaya Sumedang. Acara ini berfokus pada sepuluh objek kebudayaan melalui pengarsipan tulisan dan seni grafis, sebagai langkah nyata dalam pelestarian budaya lokal.
istimewa/SUMEDANGONLINE
Panti Baca Ceria berkolaborasi dengan Goethe-Institut mengadakan kegiatan "Menjaras Memori Kolektif" untuk mendokumentasikan kekayaan budaya Sumedang. Acara ini berfokus pada sepuluh objek kebudayaan melalui pengarsipan tulisan dan seni grafis, sebagai langkah nyata dalam pelestarian budaya lokal.

Sumedang, 9-10 November 2024Panti Baca Ceria berkolaborasi dengan Goethe-Institut mengadakan kegiatan “Menjaras Memori Kolektif” untuk mendokumentasikan kekayaan budaya Sumedang. Acara ini berfokus pada sepuluh objek kebudayaan melalui pengarsipan tulisan dan seni grafis, sebagai langkah nyata dalam pelestarian budaya lokal.

Panti Baca Ceria membuka panggilan partisipasi untuk warga Sumedang di 26 kecamatan, dan satu seniman grafis dari luar Sumedang. Setelah seleksi, terpilih 26 penulis yang akan mewakili setiap kecamatan, dan seniman grafis Egga Jaya dari Bandung yang akan menjalani residensi seni selama November di Panti Baca Ceria.

Selama dua hari di Panti Baca Ceria, peserta mendapatkan pembekalan intensif dari tiga mentor ahli: Kusnandar, dosen dari Unpad yang membimbing pendokumentasian budaya; Atep Kurnia, seorang penulis feature; dan Bunga Destri dari Yayasan Puspa Karima yang membimbing aspek riset. Para peserta diajak mendalami dan mengangkat objek budaya setempat dalam karya tulis untuk arsip.

Pendiri Panti Baca Ceria, Ipul Saepulloh, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Goethe-Institut atas dukungannya. “Kami berharap kegiatan ini mampu memantik minat masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebudayaan yang belum banyak terungkap,” ujar Ipul. Hasil dari kegiatan ini akan diterbitkan dalam bentuk buku arsip dan pameran seni grafis yang dijadwalkan pertengahan Desember.

Seluruh karya peserta akan dipamerkan di Sumedang dan direncanakan untuk diadakan pameran lanjutan di Bandung pada awal 2025. Buku yang diterbitkan juga akan ditampilkan di berbagai titik sebagai bentuk literatur budaya, memperkenalkan kekayaan Sumedang kepada generasi mendatang dan memperkokoh komitmen pelestarian kebudayaan. ***

Exit mobile version