Indeks

KDM Peringatkan Pengirim Ular King Kobra: “Kalau Ketiga Kali, Bisa Ketangkep”

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan apresiasi luar biasa kepada Persib Bandung yang berhasil menjuarai Liga 1 musim 2024/2025. Dalam perayaan yang digelar meriah di Gedung Sate, Minggu (25/5/2025), Dedi menyatakan akan memberikan bonus sebesar Rp2 miliar untuk tim kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.
Istimewa/SUMEDANGONLINE
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan apresiasi luar biasa kepada Persib Bandung yang berhasil menjuarai Liga 1 musim 2024/2025. Dalam perayaan yang digelar meriah di Gedung Sate, Minggu (25/5/2025), Dedi menyatakan akan memberikan bonus sebesar Rp2 miliar untuk tim kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.

Subang, 28 Mei 2025 — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengeluarkan peringatan keras kepada pihak yang kembali mengirimkan ular king kobra ke kediamannya. Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Rabu (28/5), Dedi menegaskan bahwa tindakan tersebut sangat membahayakan dan bisa berujung pada konsekuensi hukum.

“Buat penggemar dan yang suka pelihara ular kobra. Kan saya sudah minta; pertama, nggak boleh (ular) jadi bahan atraksi dan candaan. Apalagi kamu candanya berlebihan, sudah kedua kalinya kamu ngirim ular king kobra ke gerbang pintu rumah saya. Jangan dong nggak boleh, nanti yang ketiganya kamu apes, ketangkep loh,” tulisnya.

Meski tidak disebutkan secara eksplisit, narasi dalam unggahan tersebut mengarah pada rumah pribadi Dedi Mulyadi di kawasan Lembur Pakuan, Subang, bukan rumah dinasnya di Bandung.

Unggahan tersebut muncul setelah Dedi sebelumnya mengkritisi fenomena menjadikan ular king kobra sebagai tontonan. Ia pernah membagikan video yang menanggapi insiden tragis meninggalnya seorang pawang ular di Sumedang akibat gigitan king kobra saat pertunjukan.

“Sudah saya bilang, ular bukan buat atraksi. Nyawa itu mahal, jangan dipertaruhkan buat hiburan,” ujarnya dalam video terdahulu.

Peringatan terbaru ini menegaskan kembali sikap Dedi terhadap perlakuan tidak bertanggung jawab terhadap satwa liar, serta ancaman terhadap keselamatan dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

Belum diketahui siapa pelaku pengiriman ular tersebut. Keamanan di sekitar Lembur Pakuan disebut akan ditingkatkan untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.***

Exit mobile version