Mina, 6 Juni 2025 – Sejak kemarin sore (5/6/2025), kawasan Mina terus dipadati oleh para jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Para jemaah tiba secara bertahap dan tampak sibuk mencari tenda atau maktab mereka masing-masing.
Hingga hari ini (6/6), pantauan di lapangan menunjukkan banyak jemaah masih berusaha menemukan lokasi maktab yang sesuai dengan nomor yang tertera di kartu mereka. Tidak sedikit dari mereka yang tersasar ke tenda yang bukan peruntukannya.
Perbedaan sistem penomoran tenda yang kadang sulit dikenali menjadi penyebab utama kebingungan ini. Banyak jemaah terlihat bolak-balik mencari maktab yang benar, sementara kondisi Mina yang padat membuat situasi makin menantang.
Salah satu jemaah, Kakek Amin Akenne asal Ternate, misalnya, tampak kebingungan setelah tersasar ke tenda maktab 45. Saat petugas mencoba membantunya, diketahui bahwa Kakek Amin hanya membawa kartu nusuk dan kartu kesehatan, tanpa kartu maktab yang menjadi penanda utama lokasi tenda.
“Beliau hanya bawa kartu nusuk sama kartu kesehatan, jadi kami harus cari data tambahan untuk bantu beliau,” ujar salah satu petugas di Mina.
Ironisnya, bahkan jemaah yang sudah memiliki kartu maktab masih banyak yang tersasar ke lokasi tenda lain. Hal ini diduga akibat kurangnya petunjuk yang jelas di area Mina, ditambah kelelahan setelah perjalanan jauh.
Petugas di lapangan terus berupaya membantu para jemaah menemukan maktab masing-masing. Mereka juga menghimbau agar para jemaah lebih teliti memeriksa dokumen dan nomor maktab yang tertera.
“Kami sarankan para jemaah benar-benar periksa nomor maktab di kartu sebelum berangkat ke tenda. Jangan ragu bertanya jika merasa bingung,” imbuh seorang petugas.
Pemerintah dan pihak penyelenggara haji diimbau untuk memperbanyak papan petunjuk dan informasi di lokasi-lokasi strategis. Hal ini penting demi kelancaran dan kenyamanan para jemaah selama prosesi ibadah haji di Mina.***










