Mahasiswa KKN Universitas Al Ghifari Gelar Penyuluhan Diabetes dan TBC di Desa Salamnunggal

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Al Ghifari Bandung, Kampus Cisaranten Kulon, Arcamanik, yang tergabung dalam Kelompok 2 dengan nama Sampurna Mandala, melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan terkait penyakit Diabetes dan Tuberkulosis (TBC) di Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.
Istimewa/Kelompok Sampurna Mandala/SUMEDANGONLINE
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Al Ghifari Bandung, Kampus Cisaranten Kulon, Arcamanik, yang tergabung dalam Kelompok 2 dengan nama Sampurna Mandala, melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan terkait penyakit Diabetes dan Tuberkulosis (TBC) di Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

CIANJUR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Al Ghifari Bandung, Kampus Cisaranten Kulon, Arcamanik, yang tergabung dalam Kelompok 2 dengan nama Sampurna Mandala, melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan terkait penyakit Diabetes dan Tuberkulosis (TBC) di Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

Ketua Kelompok 2, Ardiansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan langsung para mahasiswa serta warga desa yang terjangkit penyakit tersebut.

“Yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu mahasiswa KKN kelompok 2 Sampurna Mandala dan warga Desa Salamnunggal yang terjangkit penyakit diabetes dan TBC,” ujar Ardiansyah dalam keterangan yang diterima SUMEDANGONLINE. Senin, 16 Juni 2025.

Penyuluhan yang dilakukan secara langsung ke kediaman pasien ini bertujuan untuk menekan angka penyebaran penyakit serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. “Tujuan utama penyuluhan ini adalah agar tingkat penyebaran penyakit menjadi lebih kecil hingga masyarakat memiliki rasa tanggung jawab terhadap pentingnya kesehatan,” jelasnya.

Adapun lokasi penyuluhan tersebar di beberapa titik di wilayah kampung yang berada di Desa Salamnunggal. Ardiansyah menegaskan bahwa dipilihnya topik Diabetes dan TBC bukan tanpa alasan, melainkan karena kedua penyakit tersebut merupakan isu kesehatan yang cukup mengkhawatirkan di wilayah tersebut. “Karena penyakit yang menjadi warning di desa tersebut adalah Diabetes dan TBC,” tambahnya.

Terkait intensitas kegiatan serupa, Ardiansyah berharap penyuluhan seperti ini dapat dilakukan sesering mungkin. “Diharapkan sesering mungkin, demi tercapai pola hidup sehat serta menjadikan desa yang patuh akan pentingnya memutus rantai penyakit,” tegasnya.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab persoalan kesehatan masyarakat di desa, sekaligus sebagai sarana edukasi langsung yang menyentuh warga dengan pendekatan humanis dan berdampak langsung.

Sebagai informasi menurut data Kementerian Kesehatan, prevalensi diabetes di Indonesia saat ini mencapai 11,7% (usia ≥ 15 tahun), dengan sekitar 19,5 juta penderita; diperkirakan meningkat hingga 28,5 juta pada 2045. Untuk TBC, kasus baru mencapai 809.000 di 2023, dan tingkat kasusnya menempatkan Indonesia sebagai negara dengan beban TBC terbesar kedua dunia (src: kemkes.go.id).

Secara lokal, Dinas Kesehatan Cianjur mencatat 7.527 kasus TBC pada 2023, dan hingga Oktober 2024 tercatat 6.939 kasus, dengan 110 kematian (1,58%) dan tingkat kesembuhan mencapai 95,1% (src: cianjur.disway.id). ***

Grafis Data.
Grafis Data.
Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak