Indeks

Disnakertrans Sumedang Buka Kesempatan Kerja ke Jepang, Ini Tahapan Seleksinya

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang kembali membuka program seleksi pelatihan bahasa sekaligus fasilitasi kerja ke Jepang tahun 2026. Sebanyak 200 peserta mengikuti proses seleksi yang dipusatkan di Makodim 0610/Sumedang, Rabu (13/05/2026).
Iwan Rakhmat/SUMEDANGONLINE
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang kembali membuka program seleksi pelatihan bahasa sekaligus fasilitasi kerja ke Jepang tahun 2026. Sebanyak 200 peserta mengikuti proses seleksi yang dipusatkan di Makodim 0610/Sumedang, Rabu (13/05/2026).

SUMEDANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang kembali membuka program seleksi pelatihan bahasa sekaligus fasilitasi kerja ke Jepang tahun 2026. Sebanyak 200 peserta mengikuti proses seleksi yang dipusatkan di Makodim 0610/Sumedang, Rabu (13/05/2026).

Kepala Bidang Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Disnakertrans Sumedang, Eka Mutia Hermawati Gadayanti menjelaskan, dari total 200 peserta yang mendaftar, sebanyak 30 orang dinyatakan gugur pada tahap kesamaptaan dan pemeriksaan awal. Sementara 170 peserta lainnya berhasil melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya.

“Kuota yang akan dipilih dalam program ini sebanyak 60 orang. Mereka nantinya akan mengikuti pelatihan selama empat bulan di LPK yang telah bekerja sama dengan Disnakertrans, dan setelah itu difasilitasi untuk bekerja ke Jepang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Disnakertrans dalam menyiapkan tenaga kerja terampil melalui pelatihan bahasa dan budaya Jepang, sekaligus membuka akses penempatan kerja ke luar negeri bagi masyarakat Sumedang.

Menurutnya, seluruh peserta berasal dari Kabupaten Sumedang karena program tersebut memang diprioritaskan bagi warga daerah setempat. Adapun batas usia peserta ditetapkan minimal 18 tahun dan maksimal 27 tahun.

Dalam pelaksanaannya, Disnakertrans turut melibatkan Kodim 0610/Sumedang untuk mendukung rangkaian tes fisik dan kesamaptaan peserta.

“Kami melibatkan Kodim karena ada kegiatan fisik. Tim kesehatan dari polkes juga disiapkan untuk mengantisipasi jika ada peserta yang mengalami kendala seperti pingsan. Sebelum tes fisik, peserta juga sudah menjalani pemeriksaan medis seperti cek tekanan darah agar benar-benar siap,” kata Eka.

Ia juga menyampaikan bahwa fasilitas di Makodim 0610/Sumedang sangat mendukung pelaksanaan kegiatan, khususnya untuk tes lari dan kesamaptaan peserta.

Kegiatan seleksi ini berlangsung selama dua hari. Hari pertama diisi dengan tes kesamaptaan dan psikotes, sedangkan hari kedua dilanjutkan dengan tes fisik serta tes akademik yang meliputi bahasa Jepang dasar dan matematika dasar.

Dari hasil seleksi awal, 30 peserta dinyatakan gugur dengan beberapa faktor, di antaranya buta warna, bekas tato, serta kondisi fisik lain yang tidak memenuhi ketentuan.

“Penentuan kelulusan awal dilakukan oleh pihak LPK sesuai standar yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Empat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang terlibat dalam program ini yakni LPK Mirai, LPK Matahari Perdana, LPK MGP, dan LPK Fuji.

Peserta yang lolos nantinya akan menjalani pelatihan intensif selama empat bulan sebelum diberangkatkan dan difasilitasi bekerja di Jepang.

Eka berharap program ini dapat terus didukung berbagai pihak, karena dinilai mampu menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Animo masyarakat sangat besar. Kami berharap kegiatan ini terus berjalan karena menjadi salah satu upaya mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kesempatan kerja di luar negeri,” pungkasnya.***

Exit mobile version