Home / ARSIP

Rabu, 4 Mei 2011 - 23:01 WIB

JALAN EBA MULAI DIPERBAIKI PU JABAR



PERBAIKI: Dinas Binamarga Prov. Jabar kembali memperbaiki jalur jalan eba, di jalan Cinangsi. Foto:Igun

CISITU, Jalan disekitar tanjakan Eba yang kondisinya kian memperihatinkan setelah mengalami amblas dan perbaikan beberapa kali namun kembali rusak, mendapat perhatian khusus dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat, jalan provinsi yang menghubungkan Sumedang – Malangbong via Wado itu dalam waktu dekat akan diperbaiki kembali, hal itu seperti dijelaskan Suranta Pelaksana Pengamat Jalan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Jawa Barat Balai Pengelolan Jalan Wilayah Pelayanan IV, saat di temui sumedangonline, Rabu (04/05) siang tadi.

“perbaikan untuk jalan Eba di km 66.700 – 66.800 atau sekitar 100 meter itu ada paket khusus, dan perbaikannya akan dilakukan dalam tahun – tahun ini”, ungkapnya saat meninjau langsung pelaksaan pemondasian jalan disekitar Eba yang bergelombang, namun ia tidak tahu pasti kapan pastinya perbaikan untuk jalan Eba dilaksanakan.

Baca Juga  Karang Taruna Darmaraja Dukung Deklarasi Bersama

Sampai sejauh ini pihak pelaksana DPU telah melakukan perbaikan dengan pengaspalan kembali untuk jalan – jalan berlobang mulai KM 77 – 85, termasuk diantaranya perbaikan pondasi untuk jalan eba yang bergelombang.

“percuma saja, kalau pondasinya tidak diperbaiki terlebih dahulu, maka fokus untuk jalan eba yang bergelombang ini kita membikin fondasi, namun sekarang kita terkendala dengan bahan baku”, tuturnya yang memperkirakan perbaikan pondasi sekaligus pengaspalan ulang untuk jalan yang bergelombang di wilayah Eba akan selesai dalam waktu satu minggu kedepan.

Baca Juga  Pelebaran Jalan Wado – Sumedang Menjadi 6 Meter

Lebih lanjut ia menilai, rusaknya jalan karena air dan beban kendaraan yang melebihi tonasi, ia menyebutkan tonase untuk jalan Sumedang – Wado via Malangbong maksimal 8 ton, lebihnya tonase tersebut mengakibatkan bahu jalan rusak karena aspal, menurutnya, hanya merupakan perata sementara intinya adalah pondasi.

“dulu sewaktu belum ada mobil – mobil besar jalan ini terhitung awet, itu sekitar tahun1992 – 1993. Intinya jika jalan ingin bagus, adanya partisifasi aktif dari masyarakat, dan pengguna jalan karena akibat begitu akan mengakibatkan begini”.(igun)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

ARSIP

Adu Bagong Punya Daya Jual-Beli Tinggi

ARSIP

BPN Sumedang Rayakan HUT Agraria ke 51

ARSIP

Sumedangonline Serahkan Bantuan Korban Bencana Merapi ke PMI

ARSIP

APRIL, SUMEDANG RESMIKAN GIPP

ARSIP

KERAMBIT: Senjata Genggam Khas Minangkabau

ARSIP

Gagal Matakuliah LH, 122 Mahasiswa UT Gagal di Wisuda

ARSIP

PASANGGIRI PENYANYI POP SUNDA

ARSIP

Pengumuman Hasil Pasanggiri Pop Sunda Sumeks – eRKS