Home / ARSIP

Jumat, 10 Juni 2011 - 07:11 WIB

FPML TOLAK RELOKASI WARGA CINANGSI



TREATRIKAL : 'Kepala Desa Linggajaya' melepas seluruh atribut kepala desa, dan menyatakan Siap Mundur.

CISITU – Ratusan personil polisi dari satuan Dalmas dan Polsek se-Sumedang, menjaga ketat unjuk rasa yang digelar Forum Peduli Masyarakat Linggajaya (FPML), para pengunjuk rasa tetap pada pendiriannya untuk menolak relokasi apabila tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku, bahkan mereka menilai kepala desa telah membuat keresahan, klimaksnya mereka menuntut kepala Desa Linggajaya, Asep Yaya Sunarya,  untuk mundur.

“dengan ketulusan hati secara pribadi saya siap untuk turun, asal sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku”, jawab kepala desa yang masa jabatannya tinggal 1 tahun lagi itu, dihadapan sejumlah perwakilan FPML di ruang kepala desa di saksikan Muspika Cisitu.

Dalam sessi dialog itu kepala Desa masih dalam pendiriannya bahwa jika relokasi benar – benar dilaksanakan akan banyak keuntungan bagi warga Linggajaya.

“keuntungan bagi warga Linggajaya itu sangat banyak, terutama dengan pembangunan fasilitas umum. Contohnya : apabila jadi relokasi maka akses jalan pun akan diperbaiki, sarana pendidikan, air bersih dan listrik gratis akan di fasilitasi pemerintah,” paparnya.

Baca Juga  SIM Masuk Desa

Ia menambahkan, kronologis menggunakan tanah desa merupakan komitmen antara kementerian sosial dan pemerintah kabupaten Sumedang, dalam menangani korban bencana alam Cinangsi, rencananya untuk infrastruktur bangunan rumah bagi para pengungsi akan dibebankan pada APBN.

Ia mengaku segala kebijakan dan keputusan yang diambilnya hasil dari musyawarah dengan masyarakat secara demokrasi. Namun hal tersebut dibantah Ketua FPML, Ano Sutarna, menurut Ano yang dibawa dalam musyarawah, hanya aparat desa tidak melibatkan masyarakat.

“banyak warga yang merasa tidak dilibatkan, mereka mengadakan musyawarah aparat desa saja. Jika dilibatkan semua tentu permasalahannya tidak begini,”ungkapnya yang telah mengantongi jumlah data penduduk yang menolak relokasi.

Diulanginya unjukrasa yang kesekian kalinya setelah adanya kesepakatan pada muyawarah yang dihadiri dandim beberapa waktu lalu, justru ia menilai, pemerintah telah membohongi mereka.

“dulu itu mereka sepakat akan fifty – fifty, tapi nyatanya menurut keterangan dari dinas sosial itu tidak bisa. Karena semuanya diproyeksikan untuk 503 KK warga Cinangsi saja. Kemudian dulu kan lokasi tersebut tidak laik, tapi sekonyong – konyong sekarang menjadi laik, kami sudah laporakan ke BNPB, bahkan nanti dari pihak BNPB akan meninjau langsung,” jelasnya.

Baca Juga  Pemkab Sumedang Ngemplang Utang

Menurutnya warga Linggajaya tidak akan menolak jika prosedur yang ditempuh itu benar, apalagi berkaitan dengan tanah kas desa yang nota bene tanah milik masyarakat, “untuk tanah kas desa kan harus ada pengganti sesuai dengan peraturan yang ada, dan harus ada izin dari Gubernur,” tuturnya.

Sementara itu camat Cisitu, Taufik Hidayat S.H, menyerahkan segala keputusan kepada pihak Desa, dirinya hanya membantu memfasilitasi jika memang diperlukan. Ia menyebutkan saat ini kepala Desa Linggajaya belum mengeluarkan peraturan desa mengenai relokasi.

“rencananya kepala desa akan mengadakan musyarawah kembali, ya kami tidak akan mencampuri urusan itu, tapi jika memang diperlukan, pihak kecamatan siap untuk hadir,” paparnya.

Aksi unjukrasa yang dimulai sekira pukul 09.00 WIB itu dihiasi aksi treatikal, dalam treatikal itu seorang warga yang mengenakan pakaian dinas kepala desa, memberikan sambutan dihadapan pengujukrasa yang isinya, ia siap mundur dari jabatan kepala desa jika dinilai telah banyak meresahkan warga, dan tetap pada pendiriannya untuk melanjutkan proyek relokasi warga Cinangsi. Aksi treatikal diakhiri dengan pelepasan semua atribut pakaian kepala desa dan dicampakannya diatas tanah.(cr3)

 

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

ARSIP

Seren Taun Hari Jadi Sumedang ke 432

ARSIP

Aliansi Tadjimalela, Revolusi Kebudayaan Sumedang

ARSIP

Berita di Media SMK Kehutanan Tutup tidak Benar

ARSIP

Camat Imbau Warga Reboisasi

ARSIP

BUPATI TIDAK HADIR WARGA OTD WALKOUT

ARSIP

8 Ribu KK Korban Jatigede menuntut dimukimkan

ARSIP

104 Siswa SMP dan 27 Siswa MTs harus Mengulang UN

ARSIP

DEKLARASI PENOLAKAN KEBERADAAN GENK MOTOR DI KEC. DARMARAJA