[caption id="attachment_12684" align="alignleft" width="300"]PGRI tengah menghitung uang koin. PGRI tengah menghitung uang koin.[/caption] KOTA - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-Kabupaten Sumedang yang melakukan aksi unjukrasa di depan Gedung DPRD Sumedang, menggalang koin Rp 1.000. Menurut salasatu pengurus PGRI Sumedang, Adid, dana tersebut sengaja dikumpulkan untuk biaya proses TPG agar cepat cair. "Dana sudah terkumpul lebih dari Rp 7.778.000. Dana itu untuk rekonsiliasi data guru penerima tunjangan profesi yang berskala dilakukan oleh keuangan Pemda dan dinas tapi hasilnya tak ada perubahan. Tetap dari tahun ke tahun selalu ada tunggakan," terang Adid, Senin (21/01). Aksi solidaritas para guru yang melibatkan lebih dari 7 ribu guru berlangsung tertib dalam kawalan ketat pihak kepolisian. Menurut Adid, rencananya uang hasil galangan dari para guru tersebut akan diserahkan ke Ketua DPRD Sumedang, DPPKAD dan Dinas Pendidikan Sumedang. "Ini merupakan symbol penyerahan tanggungjawab agar pengelolaa pembayarab TPG Sumedang melalui rekonsilisasi ke Kemendiknas dan Kemenkeu dapat dilakukan secara cepat,"tandasnya. (FIT)/SUMEDANG ONLINE

PGRI Galang Koin Seribu

PGRI tengah menghitung uang koin.

PGRI tengah menghitung uang koin.

KOTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-Kabupaten Sumedang yang melakukan aksi unjukrasa di depan Gedung DPRD Sumedang, menggalang koin Rp 1.000.
Menurut salasatu pengurus PGRI Sumedang, Adid, dana tersebut sengaja dikumpulkan untuk biaya proses TPG agar cepat cair. “Dana sudah terkumpul lebih dari Rp 7.778.000. Dana itu untuk rekonsiliasi data guru penerima tunjangan profesi yang berskala dilakukan oleh keuangan Pemda dan dinas tapi hasilnya tak ada perubahan. Tetap dari tahun ke tahun selalu ada tunggakan,” terang Adid, Senin (21/01).
Aksi solidaritas para guru yang melibatkan lebih dari 7 ribu guru berlangsung tertib dalam kawalan ketat pihak kepolisian.
Menurut Adid, rencananya uang hasil galangan dari para guru tersebut akan diserahkan ke Ketua DPRD Sumedang, DPPKAD dan Dinas Pendidikan Sumedang. “Ini merupakan symbol penyerahan tanggungjawab agar pengelolaa pembayarab TPG Sumedang melalui rekonsilisasi ke Kemendiknas dan Kemenkeu dapat dilakukan secara cepat,”tandasnya. (FIT)