
Antisipasi terjadinya kemacetan parah, sejumlah pemuda memberlakukan system buka tutup di jalur tersebut.
“Kami sebenarnya warga setempat yang melakukannya pah secara swadaya, dan tidak diupah serta meminta upah biarlah apa adanya ada yang ngasih syukur nggak juga tidak apa-apa,”ujar Jajang warga Cileksa.
Ia berharap agar jalan tersebut cepat selesai sesuai target, masyarakat menanti janji pemerintah untuk segera merampungkan jalur yang segara akan dibangun beberapa bulan ke depan.
Ia mengaku hingga sekarang ini jalur teresebut masih dalam kondisi dalam pengerjaan yang jika dihitung hanya beberapa persen saja. Sirtu dibiarkan teronggok sementara untuk memisahkan yang belum dan yang sudah diperbaiki dengan pengaspalan atau rabat beton, sangat sempit.
“Saya berharap agar pihak PU binamarga segera lakukan penyelesaian tidak menggantung seperti ini,” ungkapnya.***
Reporter: Usep Jamaludin
⚠️ Pemberitahuan: Isi komentar merupakan tanggung jawab penuh pemberi tanggapan. Redaksi Sumedang Online tidak bertanggung jawab atas isi atau dampak yang ditimbulkan dari komentar yang dikirimkan.
