[caption id="attachment_13944" align="alignleft" width="300"]SEORANG pemuda melintas diantara antrian truk pasir. SEORANG pemuda melintas diantara antrian truk pasir. Foto: Usep[/caption]PASEH-Masih adanya perbaikan Jalan Legok-Conggeang yang dijadwalkan selesai akhir tahun ini. Kendaraan menuju Conggeang dan masuk ke areal galian dan sebaliknya terjebak macet dan menimbulkan antrian panjang. Antisipasi terjadinya kemacetan parah, sejumlah pemuda memberlakukan system buka tutup di jalur tersebut. “Kami sebenarnya warga setempat yang melakukannya pah secara swadaya, dan tidak diupah serta meminta upah biarlah apa adanya ada yang ngasih syukur nggak juga tidak apa-apa,”ujar Jajang warga Cileksa. Ia berharap agar jalan tersebut cepat selesai sesuai target, masyarakat menanti janji pemerintah untuk segera merampungkan jalur yang segara akan dibangun beberapa bulan ke depan. Ia mengaku hingga sekarang ini jalur teresebut masih dalam kondisi dalam pengerjaan yang jika dihitung hanya beberapa persen saja. Sirtu dibiarkan teronggok sementara untuk memisahkan yang belum dan yang sudah diperbaiki dengan pengaspalan atau rabat beton, sangat sempit. “Saya berharap agar pihak PU binamarga segera lakukan penyelesaian tidak menggantung seperti ini,” ungkapnya.*** Reporter: Usep Jamaludin /SUMEDANG ONLINE

Atasi Antrian, Jalan Legok-Conggeang Buka Tutup

SEORANG pemuda melintas diantara antrian truk pasir.

SEORANG pemuda melintas diantara antrian truk pasir. Foto: Usep

PASEH-Masih adanya perbaikan Jalan Legok-Conggeang yang dijadwalkan selesai akhir tahun ini. Kendaraan menuju Conggeang dan masuk ke areal galian dan sebaliknya terjebak macet dan menimbulkan antrian panjang.
Antisipasi terjadinya kemacetan parah, sejumlah pemuda memberlakukan system buka tutup di jalur tersebut.
“Kami sebenarnya warga setempat yang melakukannya pah secara swadaya, dan tidak diupah serta meminta upah biarlah apa adanya ada yang ngasih syukur nggak juga tidak apa-apa,”ujar Jajang warga Cileksa.
Ia berharap agar jalan tersebut cepat selesai sesuai target, masyarakat menanti janji pemerintah untuk segera merampungkan jalur yang segara akan dibangun beberapa bulan ke depan.
Ia mengaku hingga sekarang ini jalur teresebut masih dalam kondisi dalam pengerjaan yang jika dihitung hanya beberapa persen saja. Sirtu dibiarkan teronggok sementara untuk memisahkan yang belum dan yang sudah diperbaiki dengan pengaspalan atau rabat beton, sangat sempit.
“Saya berharap agar pihak PU binamarga segera lakukan penyelesaian tidak menggantung seperti ini,” ungkapnya.***
Reporter: Usep Jamaludin