Menu

Mode Gelap

Pilihan Redaksi · 26 Okt 2016 08:28 WIB ·

LSM Instan sebut Dinas Pendidikan sarang korupsi, penegak hukum mana?!

REPORTER: ADMIN | EDITOR: ADMIN

SUMEDANGONLINE: Direktur LSM Instan, Ifan Yudhi Wibowo, menduga adanya pungutan liar di Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Salahsatunya adanya dugaan pemangkasan dana bantuan yang disalurkan via dinas tersebut seperti dana BOS, DAK, yang disunat.
“Hal ini sudah masuk pada ranah tindak pidana korupsi yang luar biasa. Saya menduga bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, menjadi sarang korupsi terselubung. Seharusnya Tipikor, Kejari Sumedang, sudah melakukan penyelidikan masalah ini. Sudah tidak abu-abu kok. Ini sudah terang benderang Kejari kok diam saja,” kata Ifan Yudhi Wibowo, dalam siaran pers yang diterima redaksi.
Lebih lanjut dia menduga setiap dana BOS yang turun kesekolah-sekolah sudah disunat, termasuk dana alokasi khusus (DAK). “Bahkan dana bantuan ke PAUD saja disunat. Adanya pungutan dengan dalih uang pembangunan di sekolah-sekolah, ini terang benderang. Gak boleh lagi itu siswa dibebani dengan uang pembangunan segala, partisipasi orang tua murid arahnya tidak begitu. Tapi arahnya sukarela bukan dipatok, kalau dipatok ini sudah menyalahi aturan,” paparnya.
Permasalahannya, sebut dia, bagaimana dengan orangtua siswa yang tidak mampu untuk membayar uang pembangunan. “Belum lagi kalau masuk sekolah favorit harus bayar itu ini. Ini namanya bukan pungli lagi tapi tindak pidana korupsi,” tambah Ifan.
Lanjut dia, dengan anggaran senilai Rp 2 Triliun, dia masih melihat infrastruktur dan peningkatan sektor pendidikan, pertanian dan perekonomian di Kabupaten Sumedang masih rendah.
“Bagaimana gak rendah. Di dewan, semua proyek juksung diperjual belikan oleh dewan dan dinas-dinas, makanya kualitas pembangunanya sangat rendah sebab pengusaha harus beli proyek dan memikirkan keuntungan. Hal ini sudah diketahui publik, namun kenapa penegak hukum masih diam saja, apa harus menunggu laporan dari masyarakat untuk masalah yang sudah dikonsumsi publik,” tandasnya.
Ifan berharap pihak penegak hukum dapat segera melakukan penyelidikan, penyidikan ke sentra sentra yang diduga melakukan tindak pidana.
Dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Agus Muslim, enggan memberikan tanggapan terkait hal ini. Ia menduga hal itu, sudah bukan ranahnya tetapi sudah ranah penegakan hukum. “No comment. Sebab subtansinya itu ke kejaksaan,” tandasnya.***

Facebook Comments Box
Baca Juga  Ada 17 Orang Terjangkit Chikungunya, RW 11 Kelurahan Regol Wetan Sumedang Lakukan Fogging
Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Bupati Minta ASN di Sumedang Harus Berakhlaq Mulia

6 Desember 2021 - 18:26 WIB

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir saat melantik 624 CPNS Kabupaten Sumedang yang diambil sumpahnya untuk diangkat menjadi PNS di Lapangan Upacara IPP. Senin, 6 Desember 2021.

Bupati dan Ketum Pusat Hadiri Pelantikan Koordinator Hamida Kabupaten Sumedang

29 November 2021 - 22:05 WIB

Acara pelantikan koordinator Himpunan Alumni Miftahul Huda ( HAMIDA ) Kabupaten Sumedang masa khidmat 2021 - 2026 dilaksanakan di Gedung Negara. Sabtu 27 November 2021.

Puncak Hari Jadi, Korpri Sumedang Gelar Donor Darah

29 November 2021 - 21:52 WIB

Ketua Panitia Hari Ulang Tahun ke-50 Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Kabupaten Sumedang, Dadang Sulaeman

Jadwal Pertandingan Perses Sumedang di Liga 3 Seri 1 Group A

29 November 2021 - 19:17 WIB

Jadwal Pertandingan Perses Sumedang

Letkol Inf Mohammad Syaifuddin Fanany Kini Jadi Komandan Batalyon Infantri Yonif Raider 301/PKS

26 November 2021 - 13:14 WIB

Jabatan Komandan Batalyon Infantri Raider 301/Prabu Kian Santang resmi diserahterimakan dari Letkol Inf Wahyu Alfian Arisandi ke Letkol Inf Mohammad Syaifuddin Fanany. Upacara serah terima jabatan dipimpin KASBRIG 15 Kujang/II Kodam III/Siliwangi Letkol Inf Imam Wicaksana di Lapangan Yonif Raider 301 Prabu Kian Santang Sumedang Jawa Barat. Selasa, 24 November 2021.

Imbas Pandemi Covid-19 Angka Kemiskinan Ekstrim di Kabupaten Sumedang Naik Jadi 10,26 Persen

26 November 2021 - 13:04 WIB

Mety Supriyati selaku Kepala Bidang Pemerintahan dan Sosial pada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Sumedang menyebutkan akibat pandemi Covid-19, angka kemiskinan di Kabupaten Sumedang meningkat dari 9,05 persen menjadi 10,26 persen.
Trending di SUMEDANG