Ini masalah yang kerap terjadi pasca penerapan e-Tol

GM Tol Purbaleunyi Reza Febriano dan Kepala BI Jabar Wiwiek Sisto Widayat

SUMEDANG – Pasca penerapan e-Tol antrean kendaraan saat masuk maupun keluar gerbang tol kerap dijumpai. Mesti demikian pihak PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi masih tetap menjamin jika transaksi menggunakan e-Tol dapat dilakukan di bawah 5 detik.

Ironisnya justru di lapangan hal sebaliknya, sehingga kerap menimbulkan kemacetan yang cukup panjang bahkan hingga keluar tol. Salahsatunya seperti sering terlihat di pintu til Cileunyi dan Pasteur.

Menurut GM Tol Purbaleunyi Reza Febriano salahsatu alasan lamanya proses itu lantaran saat tap, ternyata banyak yang salah gesek. ”Ada yang bolak balik, padahal cukup dekatkan saja, dan diam hingga gerbang tol terbuka,” ujar Reza Febriano.

Menurutnya, untuk saat ini alat pembaca kartu sudah diperbaiki sehingga bisa lebih cepat membaca kartu elektronik. Hal lainnya yang juga menghambat adalah ketika akan digunakan ternyata saldo di kartu elektronik kurang, sehingga harus diisi kembali. Waktu pengisian ini yang membuat antrian kendaraan semakin panjang.

Kemudian masih ada pengendara yang tetap bersikeras ingin membayar dengan uang tunai dan enggan membeli kartu. Untuk pengendara seperti ini akan diarahkan keluar jalan tol saja. ”Kami sudah meminta kepada bank penerbit kartu untuk mempermudah pengisian kartu,” ujar dia.

Kepala BI Jabar Wiwiek Sisto Widayat menambahkan sudah meminta kepada perbankan untuk membantu pengisian atau top up kartu uang elektronik di gerbang-gerbang tol. Bahkan nantinya ada drive thru yang dapat digunakan untuk mengisi kuota kartu elektroniknya. ”Masih ada kendala untuk top up. Top Up ini dilakukan secara elektronik, padahal ada yang ingin mengisi dengan membeli tunai. Ini akan dipermudah kedepannya,” kata dia. *** jo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK