Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Rabu, 23 Mei 2018 - 16:13 WIB

Humas Doamu-Esa: Bijaklah Bermedsos



SUMEDANG – Divisi Humas Doamu Esa Rauf Nuryaman menyebutkan pengaduan ke polisi terkait dugaan pelanggaran UU ITE, dipandang Rauf sebagai suatu langkah yang tepat untuk memberikan pendidikan pada masyarakat, agar mereka cerdas dalam menggunakan media sosial.

”Langkah ini, sangat baik untuk menjaga hal yang tidak diinginkan. Simpatisan dan Relawan Doamu Esa sudah sangat tersinggung. Namun kami mencoba mendinginkannya dengan proses hukum,” ujar Rauf dalam siaran pers diterima redaksi.

“Sebenarnya akun ini sudah sering kali, bahkan terus-terusan menyerang paslon nomor 1. Dan selama ini kita tidak tanggapi. Ke paslon yang lain akun ini tidak menyerang, ada apa ini? Kedua, postingannya selama ini provokatif sehingga banyak dari simpatisan yang marah dan minta tim mengambil tindakan, karena dikhawatirkan para pendukung melampiaskan kepada hal-hal yang tidak diinginkan,” sambungnya.

Baca Juga  Belum Dibayar, Warga Wado Sumedang Mulai Pindahkan Makam yang Tergenang Jatigede

Disinggung kenapa baru sekarang dilaporkan, dia menyebutkan hal itu lantaran tim merasa postingan NZ sudah keterlaluan dan sudah pada puncaknya. ”Tidak asa rasa penyesalan dan permohonan maaf dari yang bersangkutan. Malah yang bersangkutan menggoreng issue ini untuk kepentingan paslon yang didukungnya, sampai memposting keluarganya yang dititipkan ke paslon lain apabila dia di bui. Padahal kalau dia sayang sama anaknya, harusnya kalau berfikir dan bersikap harus hati hati. Tidak nyerang orang, provokatif dan fitnah, dan kalau betul-betul sayang sama anaknya tinggal jentle minta maaf.  Menyesali perbuatannya, tidak akan mengulangi lagi. Tim no mor 1 maupun paslon pasti akan memaafkan dan mungkin akan mencabut aduannya. Bukan membuat kesan se olah olah di dzholimi, padahal siapa yang berbuat dzhalim dan jangan-jangan mendzholimi dirinya sendiri,” tambahnya.

Baca Juga  Binmas Polsek Cileunyi Gencar Gelar Binluh di Sekolah

Rauf pun memastikan jika laporan yang mereka adukan itu tidak main-main. “Salah dan benar, biar kepolisian dan pengadilan yang memutuskan.  Kalau hasil penyelidikan ternyata ditemukan alat bukti yang cukup dan meyakinkan, maka status terlapor bisa jadi ditingkatkan. Kalau tidak cukup bukti, ya bebas. Tidak perlu panik dan gusar karena itu adalah konsekwensi dari sebuah perbuatan. Dan perlu kami tekankan sekali lagi bahwa apa yg menjadi pengaduan kami kepada kepolisian Sumedang sama sekali tidak ada kaitannya dengan pilkada Sumedang, kami hanya mengadukan pribadi dari akun saudara NZ,” tutupnya. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Halo Polisi

Kapolres Sumedang: Setiap Hari 34 Orang Ditindak Tak Pakai Masker, Total Denda Administratif Tembus Rp53,1 Juta
Kepolisian Resort Sumedang dan Kodim 0610/Sumedang membangun Dapur Umum di Bundaran Binokasih, Sumedang. Selasa, 14 April 2020.

Pilihan Redaksi

Polres-Kodim 0610 Sumedang Bangun Dapur Umum Terdampak Covid-19

PENDIDIKAN

Ada Kenaikan Jumlah, UNBK Kelas Paket 2020 Diikuti 2.413 Peserta

Pilihan Redaksi

RealCount KPU Paslon Nomor 1 Cabup dan Cagub di Sumedang Unggul

KESEHATAN

Bupati Sumedang Minta Puskesmas Layani Pasien dengan Maksimal

KESEHATAN

BPJS Kesehatan Torehkan Rekor MURI, Pelaksanaan Pemeriksaan IVA dan Papsmear Seluruh Indonesia

Pilihan Redaksi

Sidik Jafar Ngagogo Bareng Warga di Sungai Cipicung

Pilihan Redaksi

Gelar Deklarasi Damai, Ini Harapan Camat Darmaraja Sumedang