Humas Doamu-Esa: Bijaklah Bermedsos

SUMEDANG – Divisi Humas Doamu Esa Rauf Nuryaman menyebutkan pengaduan ke polisi terkait dugaan pelanggaran UU ITE, dipandang Rauf sebagai suatu langkah yang tepat untuk memberikan pendidikan pada masyarakat, agar mereka cerdas dalam menggunakan media sosial.

”Langkah ini, sangat baik untuk menjaga hal yang tidak diinginkan. Simpatisan dan Relawan Doamu Esa sudah sangat tersinggung. Namun kami mencoba mendinginkannya dengan proses hukum,” ujar Rauf dalam siaran pers diterima redaksi.

“Sebenarnya akun ini sudah sering kali, bahkan terus-terusan menyerang paslon nomor 1. Dan selama ini kita tidak tanggapi. Ke paslon yang lain akun ini tidak menyerang, ada apa ini? Kedua, postingannya selama ini provokatif sehingga banyak dari simpatisan yang marah dan minta tim mengambil tindakan, karena dikhawatirkan para pendukung melampiaskan kepada hal-hal yang tidak diinginkan,” sambungnya.

Disinggung kenapa baru sekarang dilaporkan, dia menyebutkan hal itu lantaran tim merasa postingan NZ sudah keterlaluan dan sudah pada puncaknya. ”Tidak asa rasa penyesalan dan permohonan maaf dari yang bersangkutan. Malah yang bersangkutan menggoreng issue ini untuk kepentingan paslon yang didukungnya, sampai memposting keluarganya yang dititipkan ke paslon lain apabila dia di bui. Padahal kalau dia sayang sama anaknya, harusnya kalau berfikir dan bersikap harus hati hati. Tidak nyerang orang, provokatif dan fitnah, dan kalau betul-betul sayang sama anaknya tinggal jentle minta maaf.  Menyesali perbuatannya, tidak akan mengulangi lagi. Tim no mor 1 maupun paslon pasti akan memaafkan dan mungkin akan mencabut aduannya. Bukan membuat kesan se olah olah di dzholimi, padahal siapa yang berbuat dzhalim dan jangan-jangan mendzholimi dirinya sendiri,” tambahnya.

Rauf pun memastikan jika laporan yang mereka adukan itu tidak main-main. “Salah dan benar, biar kepolisian dan pengadilan yang memutuskan.  Kalau hasil penyelidikan ternyata ditemukan alat bukti yang cukup dan meyakinkan, maka status terlapor bisa jadi ditingkatkan. Kalau tidak cukup bukti, ya bebas. Tidak perlu panik dan gusar karena itu adalah konsekwensi dari sebuah perbuatan. Dan perlu kami tekankan sekali lagi bahwa apa yg menjadi pengaduan kami kepada kepolisian Sumedang sama sekali tidak ada kaitannya dengan pilkada Sumedang, kami hanya mengadukan pribadi dari akun saudara NZ,” tutupnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK