Pilihan Redaksi, SUMEDANG

Ingin Keluarga Sejahtera? BKKBN: Rencanakan dengan Matang

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi
Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV dan pencanangan Bhakti TNI KB Kes terpadu Tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2018 digelar di Lapang Sepakbola Desa Kertamekar Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang, Kamis (26/7/2018). | FOTO:

SUMEDANGONLINE, TANJUNGKERTA – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Jawa Barat Santoso Teguh Sukaryo menekankan agar dalam membangun keluarga sejahtera perlu adanya perencanaan yang matang. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV dan Pencanangan Bhakti TNI KB Kes Terpadu Tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2018 di Lapang Sepakbola Desa Kertamekar Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang, Kamis (26/7/2018).

“Tema Harganas Tahun ini, adalah Cinta Keluarga, Cinta Terencana, dan Cinta Indonesia. Mudah diterjemahkannya, kalau Indonesia ingin sejahtera tentu keluarga harus sejahtera. Kalau keluarga ingin sejahtera, tentu harus memiliki perencanaan yang baik, membangun keluarga tidak dengan prinsip kumaha engke, tapi engke kumaha. Jadi prinsipnya, perencanaan keluarga itu menjadi basis apakah keluarga ini akan berjalan dengan baik atau tidak,” ujar Santoso Teguh Sukaryo.

Begitupun tujuan dari peringatan Harganas itu sendiri, dikatakannya untuk mengingatkan kembali kepada seluruh elemen masyarakat yang ada di Indonesia, akan pentingnya ketahanan keluarga. Karena sebutnya, dapat menjaga kelangsungan Bangsa dan Negara Indonesia. “Keluarga adalah satu satunya wahana yang pertama, yang utama dalam rangka menghasilkan generasi generasi Indonesia yang berkualitas, generasi yang berkarakter. Ciri karakter dua, jujur dan produktif.”

“Orang banyak yang jujur, tetapi malas malasan juga kurang baik. Sebaliknya, banyak orang yang produktif, semangat tinggi, tapi nggak jujur, itu juga tidak baik. Maka, karakter yang utama adalah cirinya dua, ya jujur atau integritas dan sekaligus memiliki semangat produktif atau bahasanya etos kerja,” tutupnya.  *** IWAN

Tinggalkan Balasan