[Kegiatan PKM 2018] Pengenalan dan Pendampingan Pemanfaatan Kefir Susu untuk Mencegah Stunting

SUMEDANGONLINE, Rancakalong – Program Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengajak masyarakat di Desa Pasir Biru Kecamatan Rancakalong untuk mencegah berkembangnya stunting.

Salahsatunya mereka memperkenalkan sekaligus pembuatan produk fermentasi susu dengan probiotik kefir. Kegiatan tersebut dilaksanakan Dr. Neneng Windayani, M.Pd dan Dr. Hj. Tuti Kurniati, M.Pd.

”Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya stunting pada balita melalui intervensi tingkat pertama, yaitu perbaikan asupan nutrisi pada seribu hari pertama kehidupan. Sehingga khalayak sasaran kegiatan ini adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita 6-24 bulan. Oleh karena itu peserta kegiatan ini melibatkan 2 orang bidan desa, 11 orang kader PKK, kader Pos Yandu, 4 orang pendamping PKH dan 43 keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Kemensos,” kata Neneng.

Ketua Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. Hj. Ida Farida, M.Pd., menyampaikan kegiatan PKM menjadi salah satu pilar tridharma perguruan tinggi yang secara rutin dilaksanakan oleh dosen-dosen Prodi Pendidikan Kimia dengan tujuan berbagi dan menerapkan ilmu-ilmu yang dipelajari dan dikembangkan di kampus baik kepada masyarakat umum maupun sekolah-sekolah.

”Adapun materi disampaikan berupa pengantar pencegahan stunting, pengenalan kefir susu: asal usul, karakteristik, manfaat dan beberapa cara pembuatannya. Semua peserta mempraktikkan pembuatan kefir susu menggunakan bibit praktis kefir prima dan grain kefir. Hasil praktik selanjutnya dibawa ke tempat asal masing-masing untuk dilanjutkan fermentasi hingga tuntas dan hasilnya dimanfaatkan sebagai asupan nutrisi harian,” lanjutnya.

Ketua Tim Peggerak PKK Desa Pasir Biru menyambut positif kegiatan ini karena sangat bermanfaat dan mudah diaplikasikan apalagi kegiatannya langsung praktik.

Bahkan Kepala Desa Pasir Biru berencana membuka peternakan kambing perah untuk bersinergi, memasok bahan baku agar kegiatan ini dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat pada jangka panjang.

Sementara secara terpisah, Kepala UPT Puskesmas Rancakalong mengharapkan agar kegiatan ini dilanjutkan pada scope yang lebih luas dan kerjasama yang berkelanjutan, mengingat tingkat prevalensi stunting di Kabupaten Sumedang cukup tinggi.

Adapun hasil kegiatan ini akan ditindaklanjuti pada tahap kedua PkM berupa pendampingan pembuatan kefir susu baik secara online menggunakan media sosial, maupun secara offline kepada setiap kelompok di tempat masing-masing. Kegiatan tahap kedua juga bersamaan dengan pendataan kondisi awal khalayak sasaran serta pendampingan pemanfaatan kefir susu untuk tujuan kesehatan.

Sedangkan tahap ketiga berupa kegiatan pendampingan pembuatan produk turunan kefir susu dan pemanfaatan kefir untuk tujuan lain seperti kecantikan atau wirausaha. Pengabdi berharap agar tercipta masyarakat yang lebih sehat dan produktif melalui pemanfaatan kefir berbasis bahan baku lokal.

Kepala Pusat PKM LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Ramdani Wahyu Sururie, M.Ag., menekankan pentingnya sustainability PKM yang dilaksanakan. Oleh karena itu pada TA 2019 program-program yang sustainable akan diprioritaskan untuk dibiayai.

“Kami dari pusat PKM juga berharap agar Bu Neneng mampu menaklukan Bupati Sumedang sebagai kawan lama di kampusnya untuk bisa bersama-sama menggunakan tenaga tenaga ahli UIN Sunan Gunung Jati memberdayakan masyarakat Kabupaten Sumedang,” tutupnya. ***RN

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak