Home / Nasional / Pilihan Redaksi

Selasa, 14 Agustus 2018 - 02:00 WIB

Ini Lima Arahan Presiden Terkait Penangan Gempa Lombok



SUMEDANG.ONLINE, LOMBOK – Usai melakukan peninjauan kondisi lapangan di Lombok Utara yang porak poranda oleh gempa berkekuatan 7 SR, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menggelar rapat terbatas bersama dengan jajaran terkait. Rapat terbatas tersebut digelar di halaman RSUD Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Sejumlah arahan diberikan oleh Presiden dalam rapat terbatas tersebut agar penanganan pascagempa dapat berjalan dengan baik dan segera memulihkan perekonomian wilayah setempat.

“Pertama, pastikan betul jumlah rumah rusak berat maupun rusak sedang dan rusak ringan,” ujarnya.

Data-data terkait kerusakan rumah milik warga saat ini amat dibutuhkan untuk memudahkan pemerintah pusat mendistribusikan bantuan yang akan diberikan kepada tiap kepala keluarga. Bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat, pemerintah telah menetapkan akan memberikan bantuan sebesar Rp50 juta.

Sebagai arahan kedua, Presiden Joko Widodo memerintahkan agar bantuan bagi warga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat untuk dapat diserahkan mulai esok. Dirinya menargetkan sebanyak seribu kepala keluarga telah mendapatkan bantuan pada esok hari.

“Dimulai besok pagi akan segera kita serahkan bantuan untuk rumah yang rusak berat. Saya harapkan besok paling tidak minimal bisa seribu diserahkan. Kemudian setelah itu penyerahan bantuan untuk perbaikan rumah lainnya segera dilaksanakan terus,” ucapnya.

Baca Juga  Anggota Fraksi Golkar Sumedang Diminta Aktif Awasi Penyaluran Bantuan Covid-19

Selain itu, Presiden menginginkan agar aktivitas perekonomian di daerah terdampak gempa dapat sesegera mungkin dipulihkan. Oleh karenanya, dalam instruksinya yang ketiga, Kepala Negara meminta jajarannya untuk turut memprioritaskan perbaikan fasilitas-fasilitas penunjang perekonomian.

“Untuk fasilitas-fasilitas umum yang berkaitan dengan ekonomi misalnya pasar agar ini didahulukan. Terutama pasar-pasar yang rusaknya ringan agar segera diperbaiki dan masyarakat didorong untuk beraktivitas ekonomi kembali,” tuturnya.

Adapun yang keempat, Presiden menyadari bahwa di daerah yang sama gempa pernah beberapa kali melanda sejak tahun 1979. Dengan kata lain, wilayah Lombok merupakan kawasan rawan bencana gempa bumi. Maka itu, Presiden ingin agar warga setempat diberikan edukasi mengenai pembangunan rumah yang tahan gempa untuk meminimalkan kerusakan yang terjadi jika bencana tersebut kembali melanda di kemudian hari.

“Harus kita mulai sejak saat ini pembangunan rumah harus dengan konstruksi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat). Konstruksi RISHA ini nanti akan dikawal oleh Kementerian PU sehingga betul-betul rumah yang ada sebanyak yang tadi sudah disebutkan betul-betul rumah yang tahan gempa,” kata Presiden.

Baca Juga  Pengawas Pemilu Kudu Paham Perbawaslu

Adapun yang terakhir, Kepala Negara juga menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk turut membenahi fasilitas-fasilitas pendidikan dan kesehatan yang rusak maupun hancur karena gempa.

“Yang kelima, saya minta Kementerian PU untuk fasilitas umum yang berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan satu per satu dimulai. Jangan sampai terlalu lama tidak disentuh sehingga anak-anak kita nanti tidak bisa belajar dan kegiatan belajar mengajar di sekolah juga kita harapkan bisa pulih kembali,” tandasnya.

Untuk diketahui, rapat terbatas yang diadakan di sekitar tenda pengungsian tersebut dihadiri oleh di antaranya Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Marsekal Madya M. Syaugi, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei. (ded)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

PENDIDIKAN

UNPAD Kolaborasi dengan UKM Sumedang dalam Program Kawasan Sains Teknologi (KST)

Pilihan Redaksi

Ansor Jatinangor Gelar Konser Amal Jalanan Untuk Peduli Korban Banjir

Pilihan Redaksi

Pecahkan Rekor MURI, 1.914 Anggota Bawaslu Dilantik

OLAHRAGA

Lalu Tak Bawa Bendera Merah Putih, Ini Penjelasan Menpora

Pilihan Redaksi

Pencetakan Surat Suara Mencapai 85 Persen
Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang melakukan pemerikasaan secara intensif terhadap sejumlah ternak yang akan di kurbankan pada Idul Adha tahun ini. Hal itu untuk memberikan kepastian jika hewan yang akan dibeli konsumen telah betul-betul sehat dan layak kurban.

Pilihan Redaksi

Hewan Kurban di Sumedang Teridentifikasi Sehat
Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan saat mengunjungi pelaku perajin yang ada di Desa Cibunar Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Selasa, 8 September 2020.

BISNIS

Curhat ke Wabup Sumedang, UMKM Cibunar Terkendala Produksi dan Pemasaran

Nasional

KONFERWIL NU – Aher: mari kembangkan Islam di Jawa Barat