Home / Nasional / Pilihan Redaksi

Senin, 6 Agustus 2018 - 16:15 WIB

[PRAY FOR NTB] Alat Berat Bantu Evakuasi Korban Tertimpa Reruntuhan Masjid

Masjid di Desa Lading-Lading Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara yang ambruk karena gempa. FOTO: TWITTER/SUTOPO PN

DJ5YMB_UWAASCF4.JPG LARGE: Masjid di Desa Lading-Lading Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara yang ambruk karena gempa. FOTO: TWITTER/SUTOPO PN


SUMEDANGONLINE, LOMBOK – Satu buah excavator diturunkan untuk melakukan evakuasi korban Jamaah Salat Isya yang terjebak di dalam masjid yang roboh di desa Lading-lading, Kec Tanjung Kab Lombok Utara.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, sebelumnya aparat gabungan dan relawan setempat melakukan proses evakuasi secara manual untuk menyelamatkan korban yang tertimbun reruntuhan. “Korban saat itu sedang salat tiba-tiba atap masjid roboh akibat diguncang gempa 7 SR di Lombok Utara,” kata Sutopo, alat berat baru tiba sekira pukul 15.55 WIB.

Hingga pukul 02.30 dini hari tadi, jumlah korban meninggal sudah mencapai 82 orang, 62 diantaranya dari kawasan Lombok utara yang paling berdekatan dengan lokasi gempa, ratusan orang luka-luka dan ribuan rumah mengalami kerusakan. Ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman. Aparat gabungan terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat gempabumi.

Baca Juga  Tagana Lakukan Layanan Dukungan Psikososial Anak Korban Gempa Lombok

Kepala BNPB Willem Rampangilei bersama jajaran BNPB telah tiba di Lombok Utara menggunakan pesawat khusus dari Bandara Halim Perdanakusuma. Tambahan bantuan logistik dan peralatan segera dikirimkan. 2 helikopter untuk mendukung penanganan darurat dikirimkan. BNPB terus mendampingi Pemda, baik Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota terdampak. Penanganan darurat terus dilakukan. BNPB bersama BPDB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PU Pera, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, SKPD, NGO, relawan dan lainnya terus melakukan penangan darurat. TNI akan memberangkatkan tambahan pasukan dan bantuan, khususnya bantuan kesehatan yaitu tenaga medis, obat-obatan, logistik, tenda dan alat komunikasi pada 6/8/2018 pagi.

Baca Juga  Harga sapi potong untuk kurban tembus Rp 25jt

Fokus utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak gempa serta pemenuhan kebutuhan dasar. Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, air bersih, permakanan, selimut, tikar, tenda, makanan siap saji, layanan trauma healing dan kebutuhan dasar lainnya. Kegiatan belajar mengajar di sekolah di wilayah Lombok Utara, Lombok Timur, dan Mataram akan diliburkan pada 6/8/2018 karena dikhawatirkan bangunan sekolah membahayakan siswa. Akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu oleh petugas. ***

 

 

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Direktur PT. Sagara Purmama, Iwa Wahyudin,

Pilihan Redaksi

Sempat Diprotes, PT Sagara Kembali Beroperasi dari Kosmetik ke Produk Penanganan Covid 19

Pilihan Redaksi

Warga Licin Keukeuh Tolak SLBN B Dijadikan Rumah Isolasi ODP

Pilihan Redaksi

Bang Ara Beri Modal Kerja untuk Tiga Desa Ini Saat Bertemu Menteri Desa

Nasional

RDP di Komisi II DPR RI, Uu Bahas Gerbang Desa

BISNIS

Sebelum Wabah Corona, Disnakertrans Sumedang Telah Awasi TKA

OLAHRAGA

Pameran Produk Unggulan Semarakkan PON XIX

Pilihan Redaksi

Sumilah Ditemukan Tewas Terkapar di Kamar

BISNIS

Disnakertrans Sumedang Bidik Ciptakan WUB Tenaga Kerja Mandiri