9 Agu 2018 14:02 WIB | PENULIS: Fitriyani Gunawan | EDITOR: Redaksi
Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan Cisumdawu, Wida Nurfaida
ISTIMEWA/SUMEDANG ONLINE
Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan Cisumdawu, Wida Nurfaida

SUMEDANG.ONLINE – GEDUNG NEGARA, Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) hingga kini permasalahannya masih klasik, di pembebasan lahan. Hal itu dikatakan Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan Cisumdawu, Wida Nurfaida saat bertemu dengan Penjabat Bupati Sumedang Sumarwan Hadisoemarto .

Meski demikian Wida meyakini jika target seksi 2 dan 3 akan selesai pada akhir 2019 seperti keinginan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat mengunjungi proyek pengerjaan ruas Tol Cisumdawu di Desa Cilengser, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (26/4/2018) Saat itu Basuki memberikan target Seksi 1, 2, dan 3 tol tersebut akan selesai pada akhir 2019.

Disinggung kenapa hanya seksi 2 dan 3, menurut Wida karena Loan Agreement nya baru keluar pada Mei lalu. “Untuk seksi 1. Jadi, memang kami sampai saat ini belum mengeluarkan SPK (Surat Perintah Kerja) Kami, memang sudah tanda tangan kontrak di November 2018. Tapi sampai saat ini kita belum mengeluarkan SPK. Karena memang administrasi loan agreement (saja) baru keluar bulan Mei, dan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) baru keluar bulan minggu lalu,” kata Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan Cisumdawu, Wida Nurfaida di Gedung Negara Kabupaten Sumedang, Kamis (9/8/2018)

Termasuk pada seksi 1 masih masih menyisakan berbagai permasalahan, salahsatunya perizinan. Persoalan ini terungkap saat ada kunjungan dari Komisi D DPRD Sumedang. Berkait dengan persoalan perizinan itu, Wida memastikan untuk saat ini sudah lengkap. “Memang ada kunjungan dari Komisi D, tapi sekarang izinnya sudah lengkap,” tandasnya.

Menanggapi adanya kendala di lapangan berkait dengan percepatan pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Penjabat Bupati Sumedang Sumarwan Hadisoemarto menyebutkan pihaknya kerap melakukan koordinasi dengan pihak Satker Tol Cisumdawu. “Kita terus berkoordinasi, proyek ini harus kita dukung, pertama. Percepatan itu harus menjadi komitmen kita bersama, karena kalau tidak semua akan berdampak ya. Tentunya Pemerintah Kabupaten yang notabene, menjadi tempat pembangunan ini berada, kita seoptimal mungkin membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan, khususnya dalam hal pembebasan tanah,” ujar Sumarwan, yang juga berharap agar tidak ada salahsatu pihak yang dirugikan.

Karenanya, pihaknya akan melakukan pemrosesan sesuai dengan format hukum yang ada. “Oleh karena itu saya dengan Satker, dengan teman-teman kita, Pak Camat, Pak kepala Desa, yo segera disampaikan segala permasalahan sekecil apa pun yang kira kira akan berdampak pada pembangunan ini kita kumpulkan, lalu kita rumuskan dan cari jalan keluarnya,” jelasnya.

REPORTER IWAN

Install SUMEDANGONLINE MOBILE
| Advertorial