Menu

Mode Gelap

Pilihan Redaksi · 12 Sep 2018 14:13 WIB ·

Benarkah Gegara Makam Keramat Dibangun Terowongan Tol Cisumdawu?

REPORTER: ADMIN | EDITOR: ADMIN

Pembangunan Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional. [FOTO KASKUS]

9911867_201804260512370797: Pembangunan Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional. [FOTO KASKUS]

[DESK d=PAMULIHAN]Sebagian warga menduga dibuatnya terowongan Jalan Tol Cisumdawu, sepanjang 500 meter, karena melintasi lokasi makam keramat. Sehingga pihak proyek karena nggak mau membongkar makam keramat tersebut, akhirnya dibuatkan terowongan. Benarkah informasi tersebut?

Untuk menelusuri kebenaran informasi itu, Sumedang Online mencoba menemui beberapa warga yang persis berada di sekitar lokasi terowongan. Dewi, warga Dusun Cilengsar, RT 02/011 Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang meluruskan informasi tersebut. Dia memastikan tidak ada makam di atas terowongan tersebut.

Teu aya makam, terang ibu da asli orang dieu. Aya oge nu kabongkar ku Tol Cisumdawu, sisi jalan caket Kampung Toga, itu mah milik keluarga Pak Cecep, Pak Adang. Eta aya tilu makam, tos dipindahkeun Ma Acih, Pak Yaya, Pak Sasmita (Tidak ada makam, ibu tahu karena asli orang sini. Ada juga (makam) yang sudah dibongkar oleh Tol Cisumdawu, pinggir jalan dekat Kampung Toga, itu milik Pak Cecep,Pak Adang. Ada tiga makam, tapi sudah dipindahkan, Ma Acih, Pak Yaya, Pak Sasmita,” kata Dewi menjelaskan.

Baca Juga  Indonesia Pertahankan Dominasi Nomor Speed Kejuaraan Dunia

Meski demikian dia juga tak menampik jika 100 meter dari area terowongan, memang ada makam keramat bahkan bangunanannya sudah permanen. “Kalau di atas terowongan tidak ada. Itu mah ngan saukur kebon sampeu jeung jagong, sakaterang ibu mah. Aya oge di luhurna, tapi da teu kacandak ku terowongan,” tambahnya.

Baca Juga  Tuntut sisa pembayaran Jalan Tol Cisumdawu, warga Sabagi sempat blokir jalan

Makam yang dimaksud Dewi, yakni makam Cilengsar, dan Cibawang di Desa Cigendel. Dia juga menyebutkan jika makam itu merupakan makam Mama Eyang Singawijaya. “Tapi tidak dibongkar, karena memang jauh dari tol,” jelasnya.

Sementara versi pemerintah dibangunnya terowongan sepanjang 472 meter dan berdiameter 14 meter yang menembus Bukit Cilengsar memang untuk menjaga kelestarian alam. “Ya memang lebih mahal dibandingkan belah bukit, tapi ini nilai tambahnya lebih bagus. Masak kita mau belah bukit terus. Tol Bawen-Salatiga itu sudah banyak belah bukit,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono saat itu. (iwan)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 72 kali

Baca Lainnya

Bupati dan Ketum Pusat Hadiri Pelantikan Koordinator Hamida Kabupaten Sumedang

29 November 2021 - 22:05 WIB

Acara pelantikan koordinator Himpunan Alumni Miftahul Huda ( HAMIDA ) Kabupaten Sumedang masa khidmat 2021 - 2026 dilaksanakan di Gedung Negara. Sabtu 27 November 2021.

Puncak Hari Jadi, Korpri Sumedang Gelar Donor Darah

29 November 2021 - 21:52 WIB

Ketua Panitia Hari Ulang Tahun ke-50 Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Kabupaten Sumedang, Dadang Sulaeman

Jadwal Pertandingan Perses Sumedang di Liga 3 Seri 1 Group A

29 November 2021 - 19:17 WIB

Jadwal Pertandingan Perses Sumedang

Letkol Inf Mohammad Syaifuddin Fanany Kini Jadi Komandan Batalyon Infantri Yonif Raider 301/PKS

26 November 2021 - 13:14 WIB

Jabatan Komandan Batalyon Infantri Raider 301/Prabu Kian Santang resmi diserahterimakan dari Letkol Inf Wahyu Alfian Arisandi ke Letkol Inf Mohammad Syaifuddin Fanany. Upacara serah terima jabatan dipimpin KASBRIG 15 Kujang/II Kodam III/Siliwangi Letkol Inf Imam Wicaksana di Lapangan Yonif Raider 301 Prabu Kian Santang Sumedang Jawa Barat. Selasa, 24 November 2021.

Imbas Pandemi Covid-19 Angka Kemiskinan Ekstrim di Kabupaten Sumedang Naik Jadi 10,26 Persen

26 November 2021 - 13:04 WIB

Mety Supriyati selaku Kepala Bidang Pemerintahan dan Sosial pada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Sumedang menyebutkan akibat pandemi Covid-19, angka kemiskinan di Kabupaten Sumedang meningkat dari 9,05 persen menjadi 10,26 persen.

Sambil Menangis Yana ‘Cadas Pangeran’ Sampaikan Permohonan Maaf pada Masyarakat

22 November 2021 - 12:15 WIB

Yana Supriatna, saat menyampaikan permohonan maaf di Mapolres Sumedang. Senin, 22 November 2021.
Trending di SUMEDANG