Indeks
Bisnis  

Tak Ingin Rugi Besar, Petani Cimungkal Pilih Tumpang Sari

WADO – Anjloknya sejumlah harga sayuran menuntut para petani di Desa Cimungkal, Kecamatan Wado untuk segera mengantisipasinya kerugian yang besar akibat biaya produksi. Karena itu dikatakan seorang petani Asep Mansyur pihaknya lebih memilih metoda tumpang sari.

“Maksudnya apabila tanaman saat memasuki masa panen dan habis, akan ada lagi panen ke dua dari tanaman sayuran lainnya yang ditanam berbarengan,” kata Asep Mansyur.

Memasuki musim penghujan ini dia menyarankan agar para petani bisa melakukan tumpang sari, yakni menanam tanaman pokok dan diikuti tanaman sayuran lainnya. “Memang diakui untuk musim panen saat ini, tidak menguntungkan petani. Petani merugi, karena sarana produksi pertanian yang disiapkan terbilang bermodal besar. Sedangkan harga jualnya saat ini malah anjlok,” tandasnya.

Disebutkannya penjualan sayuran kali ini hanya dapat menutupi kebutuhan hidup sehari hari sementara untuk modal, lagi-lagi mereka harus meminjam ke tengkulak. Tentu saja jaminannya saat panen, komoditas tersebut tak boleh dijual ke siapa-siapa lagi selain tengkulak yang memberikan pinjaman modal tersebut.

Meski demikian Asep dan sejumlah petani lainnya tak patah arang, dia masih berharap panen selanjutnya bisa lebih baik dari saat ini. [iwan]

 

Exit mobile version