SUMEDANG.ONLINE, Tanjungsari – Kepala KUA Tanjungsari, Drs. H. Aban, menyampaikan, para Penyuluh Agama Islam merupakan garda terdepan dan ujung tombak dari Kementerian Agama dalam melakukan bimbingan dan penyuluhan terhadap masyarakat.
“Kegiatan penyuluhan agama Islam, merupakan sarana dan modal melaksanakan peningkatan, partisipasi masyarakat dalam pembangunan sebagai pendorong dan alat utamanya adalah ajaran agama yang dapat memotivasi masyarakat untuk berlomba dalam beramal saleh, membangun bangsa dan Negara,” ujar H Aban dalam rapat evaluasi kepenyuluhan bulanan sekaligus mendengarkan arahan-arahan mengenai tugas dan fungsi kepenyuluhan di KUA Kecamatan Tanjungsari, Jumat (25/01)
Aban pun menyampaikan ucapan terima kasih atas kinerja para penyuluh agama Islam selama ini. Dia berharap agar kinerja pelayanan terus ditingkatkan.
Sementara itu, Dra. Hj. Maryam Junariah selaku penyuluh fungsional dalam kesempatan tersebut menguatkan pernyataan dari Kepala KUA Tanjungsari. Sebut dia, penyuluh memiliki peran yang strategis dalam menjaga stabilitas kehidupan keagamaan, sehingga amanah yang tengah diemban ini harus dijalankan dengan optimal agar tercipta kehidupan keagamaan yang didambakan bersama.
”Untuk itu, sangat diperlukan peran aktif dari para penyuluh dalam menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan tupoksi masing-masing sehingga sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama dalam bidang peningkatan peran moral dan etik agama dalam pembangunan masyarakat yang salahsatunya adalah mendorong berkembangnya prilaku mulia dalam masyarakat yang ditandai dengan karakter-karakter utama seperti kejujuran, keberanian, kesantunan, keikhlasan, kesetiakawanan sosial, kepedulian sosial dan lain-lain,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut para Penyuluh Agama Islam non-PNS KUA Tanjungsari menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tugasnya di tengah-tengah masyarakat, dari persoalan pengentasan buta huruf Al-Quran, pembinaan Keluarga sakinah, pengolaan Zakat dan Wakaf, produk halal, kerukunan umat beragama, HIV/AIDS hingga persoalan radikalisme dan aliran sempalan. Namun selama ini tantangan yang dihadapi tersebut dapat diatasi dengan baik berkat sinergi dengan berbagai elemen yang ada di Tanjungsari khususnya melalui forum para ustadz dan ustadzah se-Kecamatan Tanjungsari dalam wadah Lembaga Pengembangan dan Pengamalan Agama Islam (LP2A)
Di akhir acara, Drs. H. Cecen Ahmad Kusaeri salah seorang Penyuluh Agama Islam Fungsional menegaskan, agama merupakan motivator pembangunan, oleh karena itu ajaran agama harus dapat menggugah dan merangsang umatnya untuk berbuat dan beramal soleh, guna tercapainya kesejahteraan jasmani dan ketenteraman rohani.
”Dalam konteks menghadapi pemilu 2019 para penyuluh agama Islam harus berperan dalam mendorong berkembangnya etika politik yang mengutamakan semangat kebersamaan nasional,” tambahnya.
Cecen mengajak semua para penyuluh agama Islam di Tanjungsari agar menjaga netralitas dalam menghadapi pemilu 2019 karena sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu, beliau juga berharap agar masyarakat memahami bahwa tempat ibadah tidak digunakan sebagai sarana kampanye, oleh siapapun dan dari partai manapun, sehingga akan terjaga suasana yang kondusif dalam menghadapi pemilu mendatang.
”Marilah kita sama-sama berdoa semoga pemilu 2019 dapat berjalan dengan sukses aman dan damai,”pungkasnya. (*)
Penulis: Zaelani Ashamadani
