SUMEDANG.ONLINE — Ketua Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik Sumedang, Rully Krisna Peryoga memberikan pernyataan terkait perubahan nama Alun-Alun Tegalkalong menjadi Sumedang Utara. Perubahan nama itu sempat heboh di media social, mereka mempertanyakan alasan perubahan nama. Sementara nama Tegalkalong berasal dari akar sejarah lokasi tersebut.
”Maka kedepan pemerintah ketika melakukan perencanaan harus adanya keterlibatan unsur-unsur dari orang kebudayaan, sejarawan serta tokoh warga masyarakat Sumedang. Tidak hanya yang terjadi sekarang di Sumedang Utara tetapi pembangunan yang ada didaerah lain pun harus melibatkan peran masyarakat agar pembangunan berjalan dengan baik dan lancar sehingga tidak terulang lagi seperti pembangunan Alun-alun Sumedang Utara,” ujar Rully.
Diberitakan sebelumnya, terkait perubahan nama tersebut, memang sempat membuat bingung warga. “Tentang nama tersebut yang sekarang ada, memang membuat saya sendiri bingung dan bertanya sebagai warga yang tinggal di wilayah Kecamatan Sumedang Utara. Khususnya mengenai sejarah nama Tegalkalong, ini perlu diluruskan untuk semua masyarakat agar tahu riwayat dan sejarah. Menghormati pendiri, sesepuh yang dulu berjuang kan tidak salah?” kata Toni S Liman pada Sumedang Online.
Dia meyakini tidak hanya dirinya yang mempertanyakan terkait perubahan nama Tegalkalong menjadi Sumedang Utara tersebut. “Makanya koreksi ini perlu agar kedepan tidak ada kesalahan yang disengaja atau karena kepentingan tertentu,” tambahnya.
Secara fungsi Alun-alun Kecamatan Sumedang Utara memang banyak manfaatnya sehingga warga Sumedang bisa menikmatinya dan bisa nongkrong yang lokasinya sangat strategis berdekatan dengan pusat perkotaan seperti Masjid Besar Tegalkalong, kantor kecamatan, sekolahan, pertokoan serta perkantoran.
Ketika ditanyakan Camat Sumedang Utara, Dikdik Seikh Rizki mengatakan bahwa nama Alun-alun Tegalkalong sebetulnya belum tuntas, baru 60 persen karena masih ada sisa pekerjaan 40 persen. Disinggung perubahan nama, menurut dia hal itu bukan kesengajaan tetapi ada miskomunikasi antara pihak kecamatan dengan pihak Dinas Perkim Kabupaten Sumedang.
Dikdik memastikan pihaknya akan mengembalikan nama Alun-alun tersebut ke nama semula. “Tahun 2019 akan mengembalikan ke nama semula, hanya miskomunikasi saja. Tidak ada unsur kesengajaan,” ujar Dikdik.
Dikdik menampik jika alun-alun tersebut sudah diresmikan, meski begitu jejak digital menyebut pada saat Eka menjabat sebagai Bupati Sumedang telah meresmikan tiga proyek strategis yakni Sport Centre Cigugur, Jembatan Pasifik, dan Alun-alun Tegalkalong.
“Belum diresmikan karena belum selesai, jadi masyarakat jangan jadi suatu permasalahan yang sangat signifikan. Ini hanya miskomunikasi saja. Kegiatan ini juga belum selesai, insyaallah akan tuntas di 2020,” tambahnya. [iwan]

