Pilihan Redaksi, SUMEDANG

Terancam Rumahnya Ambruk, 31 Jiwa Warga OTD Jatigede Cipondoh Tidur di Tenda Pengungsian

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi

SUMEDANG.ONLINE, JATINUNGGAL (8/3/2020) – Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan adanya pergerakan tanah di Kampung Cipondoh, Dusun Sukamulya, Desa Pawenang, Kecamatan Jatinunggal. Imbasnya sembilan rumah warga terdampak Jatigede yang ada di RT 01, 02, dan 03 di RW 09 Desa Pawenang Kecamatan Jatinunggal mengalami retak dan terancam ambruk.

Pantauan di lapangan, kondisi rumah mengalami retak di bagian tembok dan lantai. Bahkan banyak di antara ruangan di dalam rumah tersebut temboknya hancur dan hampir ambruk. Camat Jatinunggal, H Edi Wahyu, SIP. M.Si, menyebutkan rumah-rumah itu ditempati warga terdampak Jatigede, sayangnya saat itu mereka menempati lahan yang labil karena di kejar air Jatigede yang sudah mulai naik.

“Rumah ini terdampak karena waktu pemindahan dari OTD ini untuk lahannya labil di sini. Jadi belum siap ketika untuk dibangun, karena air (bendungan Jatigede) sudah naik. Jadi masyarakat cepat membangun di sini,” ujar Camat Jatinunggal, H Edi Wahyu, SIP. M.Si,  pada sejumlah wartawan termasuk reporter SUMEDANG ONLINE, Ahad, 8 Maret 2020.

Dikatakan Edi, setelah memasuki tahun ke-lima. Pasca hujan turun dengan intensitas tinggi. Tanah yang ditempati warga eks Desa Padajaya itu labil. Dan mulai tergerus air tanah sehingga rumah yang ditempati 31 jiwa itu mengalami retakan di bagian dindingnya dan terancam ambruk.

“Dari sembilan rumah ini, kurang lebih 31 jiwa ini. Sembilan rumah itu mengalami retak-retak,” jelas Edi.

Dikatakan dia, untuk menjaga keamanan warganya, pihaknya setelah melakukan koordinasi dengan BPD, BPBD, agar segera dibuatkan tenda pengungsian sementara. “Nah Alhamdulillah pada hari ini, kami semua, unsur Muspika dan Pemerintah Desa ada lahan di depan rumahnya. Untuk mempermudah mereka secara keseharian. Untuk airnya dekat. Nah ini berharap dengan itikad baik dari pemerintah ini. Diharapkan menjaga keamanan, kondisi, keamanan yang rumahnya retak-retak di sini,” imbuh camat.

Meski demikian Edi belum dapat mengetahui berapa lama mereka akan tinggal di tenda pengungsian, karena menurut dia, hal itu merupakan kebijakan penuh dari Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir. “Harapan dari masyarakat, agar ada perhatian lebih kepada mereka yang rumahnya retak-retak,” tandas dia. *IWAN RAHMAT*

Tinggalkan Balasan