Home / Pilihan Redaksi / Politik

Senin, 20 April 2020 - 22:25 WIB

Kegiatan Keagamaan Dibatasi, Fraksi Golkar Minta Baznas Sumedang Maksimalkan Bantuan untuk Guru Ngaji

H Deden Yayan Rusyanto selaku Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sumedang

H DEDEN YAYAN RUSYANTO SELAKU KETUA FRAKSI PARTAI GOLKAR DPRD KABUPATEN SUMEDANG H DEDEN YAYAN RUSYANTO SELAKU KETUA FRAKSI PARTAI GOLKAR DPRD KABUPATEN SUMEDANG: H Deden Yayan Rusyanto selaku Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sumedang


SUMEDANG.ONLINE – Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sumedang meminta Pemerintah Kabupaten Sumedang dapat memaksimalkan peran Baznas untuk membantu para guru ngaji, imam masjid, marbot dan ustadz. Hal tersebut dilatarbelakangi dengan alasan adanya pembatasan kegiatan keagamaan dari diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dipastikan mereka terkena imbas.

“Fraksi Golkar meminta khusus untuk guru ngaji. Kemudian imam-imam masjid para ustadz, yang jelas-jelas terkena dampak terutama dari diberlakukan PSBB atau pun sebelum PSBB kegiatan-kegiatan keagamaan yang dibatasi. Tentu ini harus bisa menjadi perhatian terutama kami meminta agar Baznas memaksimalkan perannya untuk membantu guru-guru ngaji, ustadz, kemudian juga imam-imam masjid yang dalam kondisi normal, mereka mendapatkan pendapatannya salahsatunya dari kegiatan keagamaan. Dalam kondisi ini dimana kegiatan keagamaan dibatasi tertentu akan sangat berdampak, oleh karena itu kami meminta agar Baznas mengambil peran dan memaksimalkan bantuan yang memadai untuk kalangan yang tadi saya sebutkan,” ujar H Deden Yayan Rusyanto selaku Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sumedang pada SUMEDANG ONLINE. Senin, 20 April 2020.

Baca Juga  Anggota Fraksi Golkar Sumedang Diminta Aktif Awasi Penyaluran Bantuan Covid-19

Peran Baznas itu sendiri akan melengkapi Delapan Sumber Bantuan Selama Covid-19 Bagi Masyarakat Sumedang sebagaimana diumumkan oleh Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir.

“Saya pikir dengan kombinasi seperti itu, kami berharap seluruh warga yang terkena dampak di Kabupaten Sumedang ini bisa benar-benar mendapat perlindungan dan jaminan terkait dengan kecukupan hidup sehari-hari selama PSBB diberlakukan,” jelas dia.

Baca Juga  Ini Tanggapan Komisi III DPRD Sumedang Berkait Adanya Penolakan Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja

Karenanya sebut Deden, Delapan Sumber Bantuan Selama Covid-19 Bagi Masyarakat Sumedang perlu benar-benar dioptimalkan oleh pemerintah daerah hingga desa/kelurahan.

“Sehingga tidak boleh ada satu pun warga yang tidak mendapatkan bantuan padahal dari sisi persyaratan mereka memenuhi syarat untuk dibantu. Jadi dengan ini, mudah-mudahan dengan penjelasan delapan akses mendapatkan bantuan itu bisa benar-benar memposisikan warga yang terkena dampak menerima haknya menerima bantuan dari pemerintah,” pungkas dia. *IGUN*

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Polres Sumedang bongkar praktik penarikan uang secara goib

Pilihan Redaksi

Tol Cisumdawu, Gantirugi Madarasah Al-Qolam Belum Dibayar Malah Dipingpong

DAERAH

Ano Jadi Kades Linggajaya
Kepala SMP Negeri 2 Sumedang, Mulyawan saat melakukan cuci tangan di tempat cuci tangan yang telah dipersiapkan untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru. Selasa, 2 Juni 2020.

PENDIDIKAN

SMPN 2 Sumedang Lakukan Persiapan Hadapi Adaptasi Kebiasaan Baru

Pilihan Redaksi

Sumedang Kembali Akan Gelar Kejuaran Paralayang Internasional
Kepengurusan DPW Jabar Periode 2020-2025.

Pilihan Redaksi

DPD PKS Sumedang Sambut Baik Kader Terbaiknya Masuk Kepengurusan DPW Jabar

PENDIDIKAN

Naskah soal ulangan SD pertanyaanya tanpa spasi, bikin bingung siswa

Pilihan Redaksi

[PANDEMIK CORONA] Peputaran Dana Bergulir di UPK Cimalaka Mulai Kena Dampak