Home / Bandung Raya / Pilihan Redaksi

Sabtu, 4 April 2020 - 15:19 WIB

Pemkot Bandung Jadikan TPU Cikadut Khusus Pemakaman Covid-19

WALI Kota Bandung, Oded M. Danial di Balai Kota Bandung, Jumat (3/4/2020), menyebutkan Pemkota Bandung telah menetapkan TPU Cikadut sebagai pemakaman khusus Covid-19. Dengan demikian, jika ada warga Kota Bandung yang meninggal diduga akibat Covid-19, maka akan dimakamkan di TPU tersebut.

WALI KOTA BANDUNG, ODED M. DANIAL DI BALAI KOTA BANDUNG, JUMAT (3/4/2020), MENYEBUTKAN PEMKOTA BANDUNG TELAH MENETAPKAN TPU CIKADUT SEBAGAI PEMAKAMAN KHUSUS COVID-19. DENGAN DEMIKIAN, JIKA ADA WARGA KOTA BANDUNG YANG MENINGGAL DIDUGA AKIBAT COVID-19, MAKA AKAN DIMAKAMKAN DI TPU TERSEBUT. WALI KOTA BANDUNG, ODED M. DANIAL DI BALAI KOTA BANDUNG, JUMAT (3/4/2020), MENYEBUTKAN PEMKOTA BANDUNG TELAH MENETAPKAN TPU CIKADUT SEBAGAI PEMAKAMAN KHUSUS COVID-19. DENGAN DEMIKIAN, JIKA ADA WARGA KOTA BANDUNG YANG MENINGGAL DIDUGA AKIBAT COVID-19, MAKA AKAN DIMAKAMKAN DI TPU TERSEBUT.: WALI Kota Bandung, Oded M. Danial di Balai Kota Bandung, Jumat (3/4/2020), menyebutkan Pemkota Bandung telah menetapkan TPU Cikadut sebagai pemakaman khusus Covid-19. Dengan demikian, jika ada warga Kota Bandung yang meninggal diduga akibat Covid-19, maka akan dimakamkan di TPU tersebut.


SUMEDANG.ONLINE, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menetapkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut sebagai pemakaman khusus Covid-19. Dengan demikian, jika ada warga Kota Bandung yang meninggal diduga akibat Covid-19, maka akan dimakamkan di TPU tersebut.

“Sudah saya tandatangani penetapan Cikadut menjadi tempat pemakaman jenazah terdampak Covid-19. Sudah ada berapa yang dimakamkan di sana,” kata Wali Kota Bandung, Oded M. Danial di Balai Kota Bandung, Jumat (3/4/2020).

Baca Juga  [Banjir Lumpur Berulang] Sekda: Pemerintah Sudah Memberikan Teguran

Wali kota mengungkapkan, TPU Cikadut lokasinya strategis dan masih dekat dengan pusat kota. Selain itu, TPU Cikadut terbilang masih luas.

“Tidak ada penolakan. Awal-awal memang ada (penolakan), namun setelah sosialisasi akhirnya warga sekitar bisa memahaminya,” ujarnya.

Wali kota memaparkan, sejumlah pakar kesehatan yang memberikan informasi kepadanya menyebut bahwa virus corona akan ikut mati beberapa saat kemudian setelah pengidapnya meninggal dunia. Sehingga potensi terpapar saat penguburan sangat kecil karena sudah melewati waktu yang cukup lama sejak jenazah diurus.

Baca Juga  Yu! hadiri acara angklung pride ke Tujuh di Saung Udjo

Selain itu, lanjutnya, jenazah yang meninggal dunia akibat terjangkit virus corona juga memperoleh perlakukan khusus. Pengurusannya sesuai Standar Operasionl Prosedur (SOP) dari organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO).

“Berikutnya pengurusan jenazahnya juga istimewa, beda dari biasanya sesuai dengan standar WHO, dibungkus beberapa lapis. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” jelasnya. *HUMAS PEMKOT BANDUNG*

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Mal Pelayanan Public, 64 Pelayanan dalam Satu Pintu
Ketua DPD PKS Sumedang, H Yana Flandriana memberi sambutan dalam Puncak Rakerda, Minggu 30 Mei 2021.

Pilihan Redaksi

Puncak Rakerda, DPD PKS Sumedang Miliki Dua Tujuan Besar

Pilihan Redaksi

Nobar Film Aisyah, Dony Hibur Warga Hariang

Pilihan Redaksi

DPMD Sumedang Lanjutkan Ngajugjug Mapay Desa

Pilihan Redaksi

Maruarar Komitmen Majukan Seni Sunda dan Pemuda di Sumedang

Nasional

Ini Persyaratan dan Tahapan Seleksi 238 Formasi CPNS

BISNIS

Tiffany bakal disulap jadi tempat berekspresi komunitas di Sumedang

Pilihan Redaksi

Bendung Cipanas, Komisi D: Utamakan penyelesaian lahan masyarakat