Menu

Mode Gelap

Pilihan Redaksi · 26 Mei 2020 11:46 WIB ·

PNS di Sumedang Ingin Ajukan Cerai, Dipending Dulu Ya …

REPORTER: ADMIN | EDITOR: ADMIN

Cahya Gumilar selaku Kasubid Disiplin dan Penghargaan pada Bidang Kinerja dan Penempatan dalam Jabatan Badan Kepegawaian dan Pengembangan dan Sumber Daya Manusia.

CAHYA GUMILAR SELAKU KASUBID DISIPLIN DAN PENGHARGAAN PADA BIDANG KINERJA DAN PENEMPATAN DALAM JABATAN BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN DAN SUMBER DAYA MANUSIA. CAHYA GUMILAR SELAKU KASUBID DISIPLIN DAN PENGHARGAAN PADA BIDANG KINERJA DAN PENEMPATAN DALAM JABATAN BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN DAN SUMBER DAYA MANUSIA.: Cahya Gumilar selaku Kasubid Disiplin dan Penghargaan pada Bidang Kinerja dan Penempatan dalam Jabatan Badan Kepegawaian dan Pengembangan dan Sumber Daya Manusia.

SUMEDANG – Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) juga mempengaruhi kasus perceraian di Kabupaten Sumedang. Utamanya yang penggugat atau tergugatnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Alasannya karena surat izin dari PPK untuk sementara belum dapat diterbitkan selama Pandemi Covid-19.

“Kemarin juga sudah ada (ajuan pns yang akan cerai), cuman sekarang karena instruksi pimpinan, karena ini sedang covid tidak boleh kontak langsung, kita antisipasilah. Sudah diberitahukan kepada pengusulnya kalau untuk sementara ini ditunda dulu. Dalam arti jadwalna nanti akan disampaikan kemudian hari,” ujar Cahya Gumilar selaku Kasubid Disiplin dan Penghargaan pada Bidang Kinerja dan Penempatan dalam Jabatan Badan Kepegawaian dan Pengembangan dan Sumber Daya Manusia.

Lebih lanjut dia menyebutkan, pengajuan usulan surat izin perceraian untuk PNS memang harus izin dari Bupati Sumedang. Meski demikian, sebelum pihaknya mengeluarkan surat izin perceraian, terlebih dahulu tergugat dan pengguggat dimediasi agar tak melakukan perceraian.

Baca Juga  Diduga akibat Jatigede ada retakan di Dusun Warung Peuteuy, Polisi imbau warga waspada

“Nah sebelum diproses itu harus dimediasi dulu di sini. Diminta keterangan dari yang bersangkutan kenapa ingin melakukan perceraian, ditanya kedua belah pihak ke penggugat atau tergugat ada apa sih sebetulnya. Nah kalau bisa mengupayakan gimana caranya si pemohon itu agar tidak jadi,” jelas dia.

Ditanya para penggugat kebanyakan dari istri atau suaminya. Cahya menyebutkan relaitf.

“Pengajuannya relatif ada penggugatnya dari istrinya ada dari suaminya. Gimana si penggugatnya, tapi dengan catatan seorang PNS. Kalau misalkan non pns langsung ke pengadilan agama, tanpa harus ada izin dulu dari bupati kan itu mah bukan PNS. Langsung saja, cuman kalau yang digugat PNS harus melaporkan ke instansinya, instasinya melaporkan ke BKPSDM itu diberikan surat keterangan untuk perceraian dari pak sekda kalau pns yang tergugat. Kalau yang menggugat pns, itu dari pak bupati langsung,” jelasnya.

Baca Juga  Bupati Sumedang Kukuh 21 Kampung KB

Dari jumlah PNS yang mengajukan cerai saat pandemik. Disebutkan Cahya untuk sementara mayoritas dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit.

“Karena apa? Karena PNS nya paling banyak disana. Dinas Pendidikan kan banyak guru, rumah sakit banyak fungsional kalau SKPD lain paling satu dua. Untuk sekarang yang paling banyak, sementara pendidikan, rumah sakit itu saja. Pendidikan sudah ada 4 orang, rumah sakit 3 orang, skpd lain 1 orang yang pengusulannya pas ada PSBB ” ungkap dia.

Rata rata alasan perceraian lantaran sudah tidak cocok tidak harmonis cekcok. “Tapi kenyataannya pas begitu dimediasi ada hal hal bersifat rahasia. Tidak bisa saya sampaikan, itumah sudah rahasia, tidak bisa dibocorkan,” pungkasnya. *IWAN RAHMAT*

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Satu Keluarga Tertimbun Longsor, Seorang Meninggal Dunia

22 Januari 2022 - 18:44 WIB

Satu keluarga tertimbun tanah saat longsor terjadi di Dusun Cukanggaleuh, Desa Cisurat, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sabtu, 22 Januari 2022.

Diduga Rem Blong, Truk Angkut Pasir Seruduk Bangunan SDN Cibeureum 4

20 Januari 2022 - 17:29 WIB

Sebuah Truk Angkut Pasir diduga rem blong sehingga harus menimpa ke sebuah ruangan Sekolah Dasar Negeri Cibeureum 4 Desa Cibeureum kulon Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Resmikan Rumah Aman Simpati Adhyaksa di Kabupaten Sumedang

19 Januari 2022 - 21:40 WIB

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menerima Kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam rangka Peresmian "Rumah Aman Simpati Adhyaksa" di UPTD Balai Pelatihan Kerja Disnakertrans Kabupaten Sumedang. Rabu, 19 Januari 2022.

Bupati Sumedang Minta Pengurus Baru dapat Memajukan IWAPI

19 Januari 2022 - 21:31 WIB

Pelantikan Ketua dan Dewan Pengurus Cabang IKatan Wanita Pengusaha Indonesia Kabupaten Sumedang Periode 2021-2026 dihadiri sekaligus memberikan sambutan dan pengarahan oleh Bupati Sumedang. Bertempat, di Gedung Negara Sumedang.

Keraton Sumedang Larang Imbau Ketum PDI Perjuang Berikan Sanksi Tegas pada Atreria Dahlan

19 Januari 2022 - 21:21 WIB

H.R.I Lukman Soemadisoeria selaku PYM Sri Radya Karaton SUmedang Larang saat menyampaikan sikap Keraton Sumedang Larang atas pernyataan Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan yang meminta Kajati Jabar untuk dipecat karena menggunakan bahasa Sunda.

Jelang Porprov XIV Jawa Barat, KONI Sumedang Gelar Evaluasi Program Kerja

18 Januari 2022 - 17:43 WIB

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumedang menggelar kegiatan rapat kerja daerah (rakerda) yang dilaksanakan di Gedung Islamic Center, dihadiri jajaram pengurus Koni Sumedang dan perwakilan cabor yang berada dibawah Koni Kab Sumedang. Selasa (18/01/2022)
Trending di SUMEDANG