Home / PENDIDIKAN

Rabu, 29 Juli 2020 - 08:35 WIB

Gubernur: Pembelajaran Tatap Muka Dibuka Bertahap

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa (28/7/20).

RIZAL/HUMAS JABAR BERI KETERANGAN: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa (28/7/20).


KOTA BANDUNG — Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Keselamatan dan kesehatan peserta didik diutamakan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, teritorial pelaksanaan pembelajaran tatap muka direduksi dari skala kabupaten/kota menjadi tingkat kecamatan. Sekolah yang berada di kecamatan berstatus zona hijau selama tiga bulan dapat menggelar pembelajaran tatap muka.

“Kami tidak akan berbasis kabupaten/kota lagi (dalam menentukan pembukaan pembelajaran tatap muka), terlalu luas. Ada 257 kecamatan yang dari dulu sampai sekarang itu tidak ada kasus,” kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– dalam jumpa pers di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa (28/7/20).

Baca Juga  MGMP Penjas Orkes Akan Gelar O2SN se-Wilayah 2 Kab. Sumedang

Kendati sudah berada di zona hijau, sekolah tidak serta-merta dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sekolah harus menyediakan fasilitas dan memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan baik.

Kang Emil menyatakan, pembatasan jumlah peserta didik dalam satu kelas pun mesti dilakukan. Salah satunya dengan membuat sif. Ia merekomendasikan SMA/SMK didahulukan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Nanti setelah 7 hari atau 14 hari, pembelajaran tatap muka SMA/SMK tidak ada masalah, semua baik, baru level SMP. SMP terkendali baru masuk ke level SD/TK,” ucapnya.

“Kami akan mengecek (kesiapan sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka). Sekolah sudah di zona hijau, dan sekolah sudah menyiapkan protokol kesehatan dengan baik, boleh. Sekolah di zona hijau, tapi belum siap, belum boleh,” imbuhnya.

Baca Juga  Disdik Sumedang Usulkan Peresmian SDN Cijolang 13 Juli 2020

Kang Emil menegaskan, konsistensi kecamatan dalam pengendalian COVID-19 amat penting sebelum pembelajaran tatap muka dilaksanakan. Sekolah yang berada di zona hijau kurang dari tiga bulan, kata ia, tidak dapat menggelar pembelajaran tatap muka.

“Syarat zona hijau yang sama sekali tidak ada kasus dari awal sampai saat ini. Atau pernah ada kasus positif COVID-19, tapi setelahnya tidak ada kasus positif selama tiga bulan,” katanya. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

PENDIDIKAN

Pemenang Best Free Hand Lamborghini itu Alumni SMKN 1 Sumedang

PENDIDIKAN

Hari Pertama PPDB Umum SLTA, Koordinator Pendaftaran: Server Sering Error

PENDIDIKAN

MenPANRB: IPDN sebagai agen perubahan

PENDIDIKAN

Rawan Korupsi, KPK Awasi Dana Pendidikan

PENDIDIKAN

Guru Honorer Digaji 200-400 ribu per-Bulan

PENDIDIKAN

IM3 Konsen Bidik Anak Muda

PENDIDIKAN

MASTASABA Awali Kegiatan Tahun Pelajaran Baru di Pesantren Al-Hikamussalafiyyah

PENDIDIKAN

KH. Maman Imanulhaq : Kader NU Harus Jadi Petarung di Gelanggang Kompetisi Teknologi Informasi.