Home / Nasional / Pilihan Redaksi

Jumat, 7 Agustus 2020 - 20:08 WIB

Jabar Jamin Verifikasi Ketat Sekolah Tatap Muka di Zona Hijau

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi.

ISTIMEWA KADISDIK JABAR: Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi.


KOTA BANDUNG — Prinsip kehati-hatian diterapkan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka. Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi prioritas.

Teritorial pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka SMA/SMK/SLB direduksi dari skala kabupaten/kota menjadi tingkat kecamatan. Per 5 Agustus 2020, terdapat 228 kecamatan di Jabar berstatus zona hijau.

Kendati begitu, tidak semua sekolah yang berada di 228 kecamatan dapat menggelar kegiatan belajar tatap muka. Sebab, ada sejumlah daftar ceklis periksa yang harus dipenuhi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar Dedi Supandi mengatakan, pihaknya sudah membuat indikator-indikator pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka.

Pertama, sekolah harus berada di zona hijau. Kedua, kegiatan belajar tatap muka diutamakan bagi siswa yang bertempat tinggal di wilayah dengan jaringan internet tidak mumpuni ataupun blank spot.

“Khusus SMK, kegiatan belajar tatap muka akan diisi dengan pelajaran yang sifatnya praktik. Karena untuk mendapatkan sertifikat keahlian harus ditempuh dengan praktik, dan praktik bisa ditempuh dengan tatap muka,” kata Dedi dalam jumpa pers di GOR Saparua, Kota Bandung, Jumat (7/8/20).

Baca Juga  Eka Ingin Tol Cisumdawu Selesai 2018

Dedi menyatakan, tidak semua guru dapat terlibat dalam kegiatan belajar tatap muka. Guru yang berusia di bawah 45 dan tidak mengidap penyakit penyerta (comorbid) yang dapat mengajar selama pandemi COVID-19.

Sebelum kegiatan belajar tatap muka dimulai, guru yang memenuhi klasifikasi akan menjalani rapid test atau swab test. Tujuannya memastikan guru dalam kondisi sehat.

“Dari 228 kecamatan, kami masih melakukan verifikasi. Belum semuanya dikatakan pasti mengadakan kegiatan belajar tatap muka. Sampai kapan tatap muka akan dilakukan? Kami masih butuh waktu dua pekan untuk memverifikasi,” ucapnya.

Sekolah yang berada di zona hijau harus lebih dulu mengajukan kesiapan pembelajaran tatap muka. Pengajuan itu diserahkan kepada Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jabar.

Pengawas dari Kantor Cabang Pendidikan Wilayah Jabar akan mengecek indikator-indikator kegiatan tatap muka yang harus dipenuhi sekolah.

Baca Juga  Galian C Tak Berizin, Wabup Sumedang: Hentikan Semua Aktifitas

“Rekomendasi dari pengawas akan diteruskan ke Gugus Tugas Kabupaten/Kota. Nanti Gugus Tugas Kabupaten/Kota meninjau ulang protokol kesehatan di sekolah,” kata Dedi.

“Sekolah harus membentuk Satuan Tugas (Satgas). Menjalin kerja sama dengan Puskesmas. Waktu kegiatan belajar dibatasi 4 jam. Penyediaan tempat cuci tangan, dan banyak protokol yang mesti dipenuhi, termasuk izin dari orang tua,” imbuhnya.

Dedi mengatakan, sekolah harus membagi rombongan belajar atau sif karena maksimal 18 peserta didik per kelas. Pola pembelajaran, kata ia, akan menerapkan blended learning atau mengombinasikan kegiatan belajar tatap muka dengan daring.

“Minggu ini kelas 10, minggu depan kelas 11, minggu depannya lagi kelas 12 yang sekolah tatap muka. Minggu ini tatap muka, minggu depan daring lagi,” ucapnya.

“Penetepan sekolah yang dapat melaksanakan kegiatan belajar tatap muka masih kami verifikasi. Prinsip kami tetap bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik adalah yang utama,” tambahnya. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

PENDIDIKAN

Terkait Dileburnya Honorer Jadi P3K, Kadisdik Sumedang: Tunggu PP Lahir

Pilihan Redaksi

Serda Laman Dihadiahi Seragam Baru
Bupati Sumedang Dr H Dony Ahmad Munir menerima Jajaran Kongres Sunda yang dipimpin Ketua Panitian Kongres Sunda Eep S. Muqdir di Gedung Negara Sumedang Selasa 8 September 2020.

Nasional

Kongres Sunda 2020 Akan Digelar di Sumedang

OLAHRAGA

Lolos ke Semifinal Piala AFF U-19 Sebagai Runner Up, Menpora Ingin Pemain Tetap Semangat dan Optimis

Nasional

Pelatihan Kawah Candradimuka Kader Pemimpin Muda Berkarakter, Menpora Tekankan Ancaman Narkoba

Pilihan Redaksi

Pelantikan Pengurus PPI Sumedang Tak Dihadiri Bupati

PENDIDIKAN

Ada Kenaikan Jumlah, UNBK Kelas Paket 2020 Diikuti 2.413 Peserta
Sebanyak 360 paket sembilan bahan pokok (Sembako) dibagikan Badan Kerjasama Antar Desa Unit Pengelola Dana Bergulir (UPDB) Kecamatan Darmaraja. Selasa, 12 Mei 2020.

Pilihan Redaksi

UPDB Darmaraja Bagikan 360 Paket Sembako