Home / Nasional

Kamis, 3 September 2020 - 22:44 WIB

Jabar Dukung Inovasi Pengendalian Lingkungan Hidup

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dalam acara peluncuran pemusnah sampah ramah lingkungan

RIZAL/HUMAS JABAR PEMUSNAH SAMPAH: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dalam acara peluncuran pemusnah sampah ramah lingkungan "Stungta" di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (3/9/20).


KOTA BANDUNG, SO — Provinsi Jawa Barat (Jabar) terus melakukan inovasi dalam mengendalikan lingkungan hidup, salah satunya terkait pengelolaan volume sampah. Kali ini, inovasi hadir melalui mesin insinerasi (pembakaran) sampah berteknologi yang diberi nama Stungta.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun menyambut baik alat pemusnah sampah ramah lingkungan tanpa asap produksi PT Top Tekno Indo (Hejotekno) bekerja sama dengan PT Pindad (Persero) itu.

Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– mengatakan, Stungta sudah mendapat sertifikat ramah lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

“Sudah (dapat sertifikat ramah lingkungan) dan bekerja sama dengan Pindad sehingga bisa mengelola sampah sekitar dua ton per hari,” kata Kang Emil dalam acara peluncuran Stungta di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (3/9/2020).

Kang Emil juga menjelaskan, Stungta hanya akan mengolah sampah yang tidak memiliki nilai untuk didaur ulang (recycle).

“Jadi kalau ada 100 persen sampah, 10 sampai 20 persennya oleh Bank Sampah dikelola menjadi uang. Kemudian 40 sampai 50 persennya didaur ulang menjadi pupuk dan sebagainya. Nah, sisanya yang tidak ada value recycle sama sekali, masuklah ke mesin Stungta ukuran (kapasitas) dua ton ini per hari. Diciptakan oleh orang Jawa Barat, diproduksi oleh Pindad,” kata Kang Emil.

Baca Juga  OTD Jatigede, Ontrog Istana Negara. Minta Perpres Dicabut

Ia pun berharap, Stungta bisa diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak agar bisa disebarkan ke berbagai lokasi di Jabar sehingga pengendalian sampah bisa dilakukan lebih baik dan terukur.

Sementara itu, Direktur Hejotekno Betha Kurniawan mengatakan, Stungta merupakan wujud nyata inovasi hasil karya anak bangsa untuk menangani salah satu masalah lingkungan yaitu sampah.

“Inovasi ini muncul dari keresahan saya pribadi dan teman-teman teknokrat untuk memberikan solusi terhadap lingkungan,” ujar Betha.

“Intinya, Stungta bukan (hanya) karya Hejotekno, Gerakan Hejo, juga Pindad, tapi StungtaXPindad ini rereongan (hasil bersama) masyarakat Jawa Barat, masyarakat yang menunjukkan kecintaannya pada Indonesia,” tuturnya.

Menurut Direktur Bisnis Produk Industrial PT Pindad (Persero) Heri Heriswan, Stungta bisa menjadi alternatif dalam menyelesaikan masalah lingkungan. Dia pun berharap, dengan dukungan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Stungta bisa digunakan dalam pengelolaan sampah di Jabar.

Baca Juga  Presiden buka Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional

“Mudah-mudahan dengan adanya dukungan Bapak Gubernur (Jabar), produk kami ini bisa dipakai di lingkungan Jawa Barat dan daerah-daerah di seluruh Indonesia. Artinya, produk yang kami launching ini bisa diserap oleh pasar di Indonesia bersaing dengan produk impor,” harap Heri.

“Dan tentu kami juga masih perlu masukan dari stakeholder untuk perbaikan dan penyempurnaan produk kami,” tambahnya.

Adapun dilansir situsweb Hejotekno, Stungta tidak menghasilkan asap dan zat berbahaya lainnya karena telah melalui pembakaran sempurna (double burner), filter, dan treatment asap. Dengan suhu ruang bakar 800-1200 °C, Stungta dapat memusnahkan hampir seluruh jenis sampah kering dan basah yang diminimasi menjadi sekitar 5 persen dari volume awal sampah.

Berbeda dengan insinerator lain yang menggunakan sistem buka tutup pintu ruang bakar dan mengharuskan alat pembakarannya dimatikan dan didinginkan ketika akan memasukan sampah baru, pemasukan sampah dan pembakaran yang dilakukan Stungta dapat dilakukan secara terus menerus.

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil melakukan konferensi pers di Markas Kodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin (13/7/2020)

Nasional

Warga Jabar Tak Pakai Masker Akan Didenda Rp100-150 Ribu
Presiden Joko Widodo (Jokowi) perpanjang PPKM Level 4 Hingga 2 Agustus 2021. Kebijakan PPKM level 4 ini akan diberlakukan merata di seluruh wilayah di Indonesia, tidak hanya di Jawa-Bali.

Nasional

Presiden Perpanjang PPKM Level 4 Hingga 2 Agustus 2021

Nasional

Sambut Puncak Peringatan HSP 2016, Menpora Ajak Pemuda Indonesia Menatap Dunia

Nasional

Ini dia para pemenang KPID Jabar Award 2016

Nasional

Gubernur Jabar Wacanakan Reaktivasi Jalur KA, Termasuk Rancaekek-Tanjungsari

Nasional

10.49 Terjadi Longsor Susulan di Puncak, Proses Evakuasi Sedang Berlangsung

Nasional

Devina dan Devani bayi kembar siam sudah di CT Scan, ini hasilnya

Nasional

[Baleg Revisi RUU ASN] Pengangkatan Honorer jadi ASN Terkendala Anggaran