Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Selasa, 8 September 2020 - 14:20 WIB

Tugu 0 Kilometer, Sejarah Anyer-Panarukan Diresmikan

Bupati Sumedang Dr H Dony Ahmad Munir tengah selfie di sela meresmikan Tugu 0 Kilometer (KM) yang terletak di jalan protokol Sumedang, Selasa 8  September 2020.

HUMAS PEMKAB SUMEDANG SELFIE: Bupati Sumedang Dr H Dony Ahmad Munir tengah selfie di sela meresmikan Tugu 0 Kilometer (KM) yang terletak di jalan protokol Sumedang, Selasa 8 September 2020.


SUMEDANG, SO – Bupati Sumedang Dr H Dony Ahmad Munir, meresmikan Tugu 0 Kilometer (KM) Sumedang, Selasa 8  September 2020.

“Hari ini bersyukur pada Allah SWT. Ini patokan jarak Sumedang dengan daerah lainnya, Bandung 45 kilometer, nolnya di sini. Dengan Cirebon 60 kilometer, nolnya di sini,” katanya usai peresmian.

Sumedang, salahsatu kabupaten yang dilintasi Jalan Raya Pos, De Grote Postweg yang terbentang dari Anyer-Panarukan sepanjangnya 1.000 km. Jalan itu dibangun pada masa pemerintahan Gubernur-Jenderal Herman Willem Daendels ini, selesai dibangun dalam waktu 1 tahun (1808). Dimana penentuan 0 Kilometernya, berada di Sumedang.

“Jadi dulu itu, setiap 40 kiloan itu ada semacam jarak antar daerah sebagai titik penggantian kereta kuda yang membawa logistik seperti itu. Namanya 0 kilometer,” ujarnya.

Baca Juga  Pakai Andong, Kabid Dokes Polda Jabar dan Polres Sumedang Bagikan 3.000 Masker

Disebutkan bupati, dari Pembangunan Jalan Anyer-Panarukan, melahirkan legenda Jalan Cadas Pangeran yang banyak dikenal kalangan masyarakat karena banyak memakan korban jiwa. Saat itu, ada kisah heroik Bupati Sumedang Pangeran Kusumadinaa IX atau Pangeran Kornel yang bersalaman dengan tangan kiri saat Daendles yang juga dikenal dengan Mas Galak melihat kondisi pembangunan jalan ke Sumedang.

Bupati Sumedang saat itu mengatakan, banyak korban jatuh karena medan yang berat dan peralatan seadanya. Daendles mengambil alih pembangunan jalan dengan melibatkan pasukan Zeni Belanda.

Baca Juga  Tak Ada Perayaan Malam Tahun Baru 2021, Kapolres Sumedang Ajak Warga Taati Surat Edaran Bupati

“Pangeran Sumedang waktu itu Pangeran Kornel melawan Belanda, melawan penindasan. Dan alhamdulillah akhirnya Belanda menuntaskan jalan ini,” sebutnya.

Ditambahkan Dony, adanya Tugu 0 Kilometer, diharap menjadi pengingat dan patokan bahwa 0 kilometernya berada di Kabupaten Sumedang. Serta, Pemkab Sumedang sudah mendeklarasikan sebagai kabupaten wisata, sehingga semua tempat harus menjadi destinasi wisata, termasuk 0 kilometer itu.

“Selamanya kita, serang ke Bandung berapa kilo, 45 kilo. Dari mana 0 nya, oh dari sini. Dan kedua, ini bisa jadi tempat wisata selfie untuk pre-wedding sebagainya dan mengingat tentang perjuangan dulu membangun jalan ini,” tukasnya. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Masa Tenang, Kampanye di Medsos Terancam Pidana Pemilu

Nasional

Pidato Perdana Cagub Jabar Terpilih. RK Ngaku Istighfar, Ini Alasannya

SUMEDANG

Kasatpol PP Sebut Gempurs Rusak Barang Milik Pemerintah

OLAHRAGA

Lama Vakum, Februari Sumedang Gelar Kejuaraan Karate

Pilihan Redaksi

Tinggi Muka Air Jatigede Sumedang Sudah Tembus 256,5 mdpl
Prajurit Raider 301/PKS dibekali Teknik Komunikasi Sosial Melalui Pembekalan Binsiap Apnonkowil Sumedang. Kamis, 03 September 2020.

Pilihan Redaksi

Prajurit Raider 301/PKS Sumedang Dibekali Teknik Komunikasi Sosial

Pilihan Redaksi

Sekda Zaenal Alimin ajak warga dukung program pemerintah
Kelurahan Talun Kecamatan Sumedang Utara melakukan penyemprotan cairan disinfektan. Selasa, 22 Juni 2021.

SUMEDANG

Cegah Penyebaran Covid-19 Kelurahan Talun dan PMI Sumedang Lakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan