PENDIDIKAN

108 Desa di Sumedang Jadi Lokasi Praktik Lapangan Praja IPDN

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi
Dalam rangka mendorong serta mengakselerasi program smart village, 108 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Sumedang bakal dijadikan lokasi pelaksanaan Praktek Lapangan (PL) IV Satuan Praja Utama Angkatan XXIX IPDN. PL Tematik ini akan diikuti 540 praja yang akan dilaksanakan selama 20 hari mulai dari tanggal 7 sampai dengan tanggal 27 Maret 2022 mendatang.
Dalam rangka mendorong serta mengakselerasi program smart village, 108 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Sumedang bakal dijadikan lokasi pelaksanaan Praktek Lapangan (PL) IV Satuan Praja Utama Angkatan XXIX IPDN. PL Tematik ini akan diikuti 540 praja yang akan dilaksanakan selama 20 hari mulai dari tanggal 7 sampai dengan tanggal 27 Maret 2022 mendatang. | FOTO: Dalam rangka mendorong serta mengakselerasi program smart village, 108 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Sumedang bakal dijadikan lokasi pelaksanaan Praktek Lapangan (PL) IV Satuan Praja Utama Angkatan XXIX IPDN. PL Tematik ini akan diikuti 540 praja yang akan dilaksanakan selama 20 hari mulai dari tanggal 7 sampai dengan tanggal 27 Maret 2022 mendatang.

SUMEDANG ONLINE – Dalam rangka mengakselerasi program Smart Village (Desa Cerdas), Pemda Kabupaten Sumedang bersama Kampus IPDN telah menyepakati lokasi pelaksanaan Praktik Lapangan (PL) Tematik Praja IPDN di 11 kecamatan yang tersebar di 108 desa.

Sebanyak 540 orang praja nantinya akan ditempatkan di Sumedang atau kurang lebih 5 orang di tiap desa yang rencananya dilaksanakan selama 20 hari, mulai tanggal 7 Maret 2022.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hal itu terungkap dalam Rapat Teknis Persiapan Praktik Lapangan IPDN yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Herman Suryatman di Ruang Kerjanya, Kamis (24/2).

Herman mengatakan, PL Tematik Praja IPDN dengan tema ‘Smart Village’ akan menjadi sangat menarik karena tidak hanya menjadi kebutuhan kampus tetapi juga sesuai kebutuhan Kabupaten Sumedang.

Baca Juga  285 Pelajar SMAN 1 Glagah Banyuwangi Kunjungi IPDN

“Kita akan dorong, drive dan akselerasi 108 desa supaya betul-betul menjadi smart village. Ini sesuai kebutuhan dan komitmen kita menjadikan 270 desa dan 7 kelurahan di Sumedang menjadi smart village. Kita akan mulai dari 108 desa,” ujarnya.

Menurut Sekda, program smart village sebenarnya sudah berjalan di Sumedang karena infrastruktur dan teknologinya sudah masuk di semua desa, ditambah digital office sebagai jangkar transformasi digital sudah ada di semua desa.

“Kita sudah berjalan, hanya saja belum optimal. Dengan kehadiran praja dalam kegiatan PL ini, mereka akan menjadi motor penggerak optimalisasi smart village,” ujar Sekda.

Dikatakan Sekda, setisaknya ada 5 outcome yang diharapkan dari pelaksanaan PL tematik yaitu optimalnya penggunaan e-Office desa, optimalnya update desa cinta statistik, terbangunnya mini comand center desa, optimalnya e-SAKIP Desa dan optimalnya  perencanaan SAKIP desa tahun 2022.

Baca Juga  Yayasan Annur Dilirik Perantau Minang Singapura

“Lima outcome yang kita harapkan ini bisa dituntaskan selama 20 hari pelaksanaan. PL ini paling relevan dengan kebutuhan kita dan canggih karena monitoringnya dilakukan secara digital,” tuturnya.

Diharapkan, begitu kegiatan selesai, menjadi kebanggaan dan direplikasi bagi desa lainnya.

Lebih jauh Sekda berharap kegiatan tersebut bisa menginspirasi perguruan tinggi lainnya untuk berkolaborasi dengan Pemkab Sumedang dalam pelaksanaan PL maupun KKN yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

“Diadumaniskeun, ini luar biasa, ada man power dari 540 orang praja, kemudian ada supporting budget karena para praja ini dibiayai oleh IPDN. Membangun tidak harus selalu pakai APBD, inilah kolaborasi dan inovasi,” imbuhnya.

Dekan Fakultas Ilmu Manajemen Pemerintahan Khalilul Khairi yang juga selaku panitia PL mengatakan, setiap tahun sesuai kurikulum pihaknya selalu melaksanakan PL namun untuk PL Tematij baru kali ini dilaksanakan  karena sebelumnya hanya bersifat umum dan ditentukan oleh pihak Pemda sendiri

Baca Juga  IPB Lepas 1.915 Peserta KKN-Tematik 2017

“Jika kita masuk ke Pemda biasanya Pemda yang menentukan, tematik atau umum. Kebetulan Sumedang  tematik, jadi kami akan lebih fokus,” katanya.

Khalilul mengatakan, Sumedang merupakan daerah yang luar biasa karena prajanya dapat belajar serta mendapat pengalaman langsung menggunakan teknologi dalam manajemen pemerintahan.

Ia pun merasa senang karena IPDN bisa terlibat dan berkontribusi dalam program Pemkab Sumedang untuk membantu desa mengoperasikan smart vilage.

“Kita akan bantu membuat smart village ini menjadi nyata sehingga di tiap desa manajemen pemerintahannya menjadi lebih mudah, transparan, akuntabel dan efisien,” katanya. ***

Tinggalkan Balasan