Pilihan Redaksi, SUMEDANG

Sanggah Keterangan Saksi, Sidang Ohen dan Roy Ditunda Hingga Senin 18 April 2022

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi
Sidang tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur dengan terdakwa Oknum Anggota DPRD dan Oknum Kades Cilengkrang, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang memasku masa persidangan di Pengadilan Negeri Sumedang. Senin, 11 April 2022.
Sidang tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur dengan terdakwa Oknum Anggota DPRD dan Oknum Kades Cilengkrang, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang memasku masa persidangan di Pengadilan Negeri Sumedang. Senin, 11 April 2022. | FOTO: Fitri via Humas Polres Sumedang

SUMEDANG ONLINE – Sidang tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur dengan terdakwa Oknum Anggota DPRD dan Oknum Kades Cilengkrang, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang memasku masa persidangan di Pengadilan Negeri Sumedang. Senin, 11 April 2022.

Agenda sidang kali ini, yakni mendengarkan keterangan dari para saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum sesuai dengan surat dari Kejaksaan Negeri No. Pgl-43/M2.22.3/Eku.2/04/2022 tanggal 08 April 2022.

Dalam persidangan tersebut kedua terdakwa Suhenda als Ohen dan Roy Mahendra menolak atau menyanggah keterangan dari para saksi sehingga sidang ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada Senin, 18 April 2022.

Baca Juga  Perkuat Silaturahmi, XTC Tanjungsari Lakukan Halal Bihalal

BACA JUGA: Jelang Arus Mudik Lebaran 2022 Polres Sumedang Lakukan Rekayasa Lalulintas

BACA JUGA:Antisipasi Perang Sarung antar Pemuda, Polres Sumedang Lakukan Patroli Gabungan

Persidangan tersebut merupakan tindak lanjut dari permasalahan dugaan Tindak Pidana Kekerasan terhadap anak dan penganiayaan yang berawal dari permasalahan lakalantas di Jl. Malangbong-Wado perbatasan Kabupaten Garut dengan Kabupaten Sumedang.

Baca Juga  Sertijab Camat Ujungjaya

Berimbas dari adanya kesalahpahaman atas kejadian lakalantas tersebut antara-korban dan kedua terdakwa yang akhirnya menimbulkan perkara Tindak Pidana Kekerasan terhadap anak.

Sebelumnya pada proses penyidikan kedua terdakwa sempat mengajukan pra-peradilan melalui kuasa hukumnya, namun semua tuntutan terdakwa ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sumedang. ***

Tinggalkan Balasan