Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta, Deni Mulyana, SIP, MM.

Fitriyani/SUMEDANG ONLINE

Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta, Deni Mulyana, SIP, MM.

Ternyata Orang Sumedang yang Urus Istana Kepresidenan Yogyakarta

SUMEDANGONLINE – Banyak orang orang Sumedang yang ada di lingkungan Istana Kepresidenan. Tak hanya di Jakarta, begitu juga dengan Istana Kepresidenan yang ada di Kota Gudeg, Yogyakarta.

Adalah sosok Deni Mulyana, SIP, MM., berhasil membawa perubahan yang signifikan di Istana Kepresidenan Yogyakarta sejak dirinya dilantik pada 1 Juli 2021 oleh Pratikno selaku Menteri Sekretaris Negara.

Deni, yang merupakan warga Desa Cikurubuk, Kecamatan Buahdua langsung ngabret.

Salah satu capaiannya terbesarnya yakni masuknya Istana Kepresidenan Yogyakarta menjadi Cagar Budaya Tingkat Nasional.

“Di sini sudah menjadi cagar budaya tingkat Nasional pertama kali diantara istana negara, itu hanya Yogyakarta,” ujar Deni saat menyambut rombongan wartawan yang mengunjungi Istana Kepresidenan. Jumat, 17 Juni 2023.

Di Istana Kepresidenan Yogyakarta pun terdapat beragam koleksi benda yang memiliki nilai seni dan sejarah yang tinggi. Jika diuangkan bisa mencapai Rp2,3 Triliun.

Pada saat kami berkunjung, musium di Istana Kepresidenan sedang mengalami perbaikan.

“Museum kita ini yang paling besar nilai asetnya Rp2,3 Triliun. Tapi karena sedang penataan juga, karena kalau benda seni yang ada di kita itu tidak langsung gampang dipindah, digeser. Semua harus pakai kurator, ini pelan pelan karena anggarannya kecil,” imbuhnya.

Hanya saja sebut Deni, belum semua koleksi yang masuk dalam asset Rp2,3 Triliun tersebut dipajang di Museum. “Belum dipajang semua, (karena) masih banyak yang kita susun,” jelasnya.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga mengaku bersyukur bisa diterima dan masuk lingkungan Istana Kepresidenan Yogyakarta karena ini menjadi sesuatu yang jarang terjadi. Istana Kepresidenan ini juga menjadi tempat yang dikunjunginya sebelum akhirnya bupati diundang ke Istana Merdeka Jakarta pada Januari 2023 lalu.

“Ini menjadi moment yang jarang terjadi dan alhamdulilah kita semua bisa diterima saat ini, sedangkan kalau saya pertama kali ke sini adalah pada Januari 2023 lalu sebelum saya akhirnya dipanggil presiden ke Istana Merdeka,” jelas bupati.

Usai diterima di Wisma, bupati dan rombongan juga melakukan kunjungan ke Museum Istana Kepresidenan yang letaknya berdampingan dengan Istana Kepresidenan. Dengan dipandu salah seorang staf di istana Kepresidenan, bupati dan rombongan juga mendapatkan penjelasan terkait koleksi barang yang ada di museum.

Adapun koleksi yang ada di Museum Kepresidenan tersebut antara lain photo-photo presiden dan berbagai kegiatannya, benda-benda cenderamata dari negara lain, serta ada juga lukisan lukisan dan benda benda lainnya.***