Kerusakan bangunan akibat dampak gempa bumi tektonik yang melanda Kabupaten Sumedang sejak 31 Desember 2023.

Iwan Rahmat/SUMEDANG ONLINE

Kerusakan bangunan akibat dampak gempa bumi tektonik yang melanda Kabupaten Sumedang sejak 31 Desember 2023.

Disdik Masih Asesmen Kerusakan Sarana Pendidikan Akibat Gempa Tektonik Sumedang

SUMEDANG – Eka Ganjar Kurniawan selaku Sekretaris pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang menyebutkan pihaknya masih melakukan pendataan dan peninjauan ke lapangan bersama dengan Dinas PUTR Kabupatan Sumedang terkait dengan sejumlah bangunan sekolah yang dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa tektonik yang melanda Kabupaten Sumedang sejak 31 Desember 2023 lalu.

“Terkait dengan Gempa yang terjadi pada tanggal 31 Desember 2023. Perlu saya sampaikan, bahwa ada beberapa bangunan sekolah yang terdampak dengan gempa tersebut yang pertama itu adalah SMPN 1 Sumedang yang berdasarkan laporan yang kami terima. Ada beberapa ruang kelas yang kondisinya rusak dan ada beberapa juga Sekolah Dasar di wilayah kota yang memang sama. Berdasarkan informasi yang saya terima adalah ada retak-retak di bangunan-bangunan tersebut,” ujar Eka pada reporter SUMEDANGONLINE. Selasa, 2 Januari 2024.

Ditanya perihal kerugian, hingga saat ini Eka belum dapat memastikan.

“Untuk kerugian kami belum bisa menetapkan tingkat kerugiannya beberapa. Dan Insyaallah pada hari ini kita akan melakukan peninjauan ke lapangan bersama dengan Dinas PUTR untuk menilai kerusakan tersebut, yang pertama kerusakannya itu dipenafsiran kerugiannya berapa; yang kedua yang paling penting adalah terkait dengan kelayakan bangunan tersebut. Apakah bangunan tersebut masih layak untuk digunakan atau belum. Sehingga hal ini akan menjadikan bahan tindak lanjut kami Dinas Pendidikan,” ungkapnya.

Kelayakan bangunan tersebut menjadi hal penting karena tak lama lagi para siswa akan kembali masuk ke sekolah, namun di sisi lain saat ini sejumlah bangunan sekolah ada yang mengalami kerusakan dari mulai ringan hingga berat. Meski demikian dia memastikan proses belajar mengajar tidak akan sampai terganggu.

“Tidak lama lagi para siswa siswi akan masuk sekolah namun disisi lain ada bangunan sekolah yang rusak ringan, sedang dan berat. Insyaallah terkait dengan kita akan pastikan bahwa proses kegiatan belajar mengajar ini tidak akan terganggu dan apabila ada bangunan-bangunan sekolah yang terdampak ternyata itu tidak layak untuk digunakan mungkin kita akan menggunakan metode sip untuk pelaksanaan pembelajaran begitu Jadi yang paling penting adalah terkait dengan dampak bencana ini kami usahakan tidak berdampak terhadap proses kegiatan belajar mengajar namun tentunya kita pun harus menggunakan strategi-strategi khusus terkait dengan mekanisme pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Untuk imbauan kami sampaikan khususnya kepada para kepala satuan pendidikan baik itu jenjang PAUD SD dan SMP di Kabupaten Sumedang kami mohon untuk tetap waspada dan mohon untuk selalu melakukan cek ricek ke sekolahnya masing-masing. Apabila ke depan ada lagi gempa itu dengan hal ini Insya Allah dengan kewaspadaan kita terkait dengan gempa yang menimpa Kabupaten Sumedang ini bisa kita tangani dan bisa meminimalisasi,” pungkas dia. ***