Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir mendapatkan kenang-kenangan berupa golok buatan khas Cimungkal dari Dede Rustandi selaku Kepala Desa Cimungkal, Kecamatan Wado saat kunjungan kerja. Jumat, 23 Oktober 2020.

Dok./SUMEDANG ONLINE

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir mendapatkan kenang-kenangan berupa golok buatan khas Cimungkal dari Dede Rustandi selaku Kepala Desa Cimungkal, Kecamatan Wado saat kunjungan kerja. Jumat, 23 Oktober 2020.

Golok Cimungkal Dipasarkan Hingga Luar Jawa

SUMEDANGDede Rustandi, selaku Kepala Desa Cimungkal, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang mengaku hamper 60 persen warganya mengetahui cara pembuatan golok (sintung) khas Cimungkal.

Keahlian dalam pandai (tukang pembuat golok) di Desa Cimungkal diturunkan secara turun temurun hingga saat ini.

“Hampir lebih kurang 60 persen warga kami di sini, paham akan cara pembuatan golok (Pandai), dan ini dikarenakan tradisi kami diturunkan secara turun temurun ke setiap generasi, termasuk saya salah satunya,” ujar Dede Rustandi di Ruang Kerjanya. Selasa, 25 Juni 2024.

Memiliki banyak keunggulan terutama dari kekuatan bahan, hingga pantas golok ini banyak diminati hingga luar Pulau Jawa. Padahal sebut Dede Rustandi, warganya tidak secara serius memasarkan golok tersebut namun pesanan justru banyak yang datang dari luar daerah seperti Jepara bahkan hingga ke Jambi.

“Banyak pemesan dari luar daerah seperti halnya dari Jepara, Jambi dan juga tak kurang pesanan dari para pejabat tinggi,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dalam proses pembuatan golok Cimungkal tidak asal buat, tetapi ada Waktu tertentu yang penuh dengan penghitungan. Termasuk juga bara yang digunakan untuk melembur pun memiliki spesifikasi khusus.

“Pokoknya berbeda dengan pandai pada umumnya. Kita gunakan bara khusus dari bambu Haur untuk peleburan besi atau Baja dengan pendinginan tidak menggunakan air garam ataupun oli bekas pada umumnya,” imbuhnya.

Bahkan lanjut Dede Rustandi, untuk pendinginan pun tidak menggunakan air sembarangan tetapi berasal dari mata air Cihikeu.

Dede Rustandi berharap budaya ini tidak sampai tergerus oleh zaman.

“Kami berharap, budaya ini tak tergerus oleh jaman dan akan selalu abadi hingga turun temurun ke setiap generasi,” pungkasnya.

Dony Ahmad Munir sewaktu menjabat sebagai Bupati Sumedang pernah menerima oleh-oleh golok khas Cimunggal. Golok yang diterima Bupati Sumedang saat itu memiliki panjang hampir 1 meter dengan bagian luar memiliki ukiran. Konon ukiran tersebut dibuat oleh para perangkat Desa Cimungkal.

“Ornamennya dibuat oleh perangkat Desa Cimungkal, diukir,” jelas Dede Suhendar saat itu. ***