Doamu Apresiasi Inovasi Produk Olahan OTD Jatigede di Karangpakuan

Calon Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengunjungi kelompok ibu-ibu di lingkungan RT 06 RW 02 Desa Karangpakuan, Rabu, 6 November 2024 lalu.
Fitriyani Gunawan/SUMEDANGONLINE
Calon Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengunjungi kelompok ibu-ibu di lingkungan RT 06 RW 02 Desa Karangpakuan, Rabu, 6 November 2024 lalu.

Sumedang, 8 November 2024 – Dalam sesi kampanyenya, calon Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengunjungi kelompok ibu-ibu di lingkungan RT 06 RW 02 Desa Karangpakuan, Rabu, 6 November 2024 lalu.

Para ibu di desa ini, yang merupakan korban dampak Waduk Jatigede, telah bangkit dan berinovasi dengan memproduksi makanan ringan dari singkong. Produk-produk mereka, seperti ketemling (emping singkong), gendar kabuyutan, wajit, keripik pisang, kacang sangrai, dan opak KWT, mendapat apresiasi khusus dari Dony yang bahkan memborong semua produk mereka.

Dengan sebagian besar lahan sawah yang terendam oleh Waduk Jatigede, para ibu di Karangpakuan memanfaatkan singkong sebagai bahan dasar usaha mereka. Melalui proses manual, mereka menciptakan produk khas yang unik. Proses pembuatan ketemling, misalnya, dimulai dari mengupas dan mencuci singkong, lalu memarutnya. Setelah itu, adonan dipres selama lima jam hingga kering, dicampur dengan bumbu rempah, dicetak menjadi bentuk bulat, dan digoreng hingga renyah. Produk akhirnya dikemas per kilogram, dengan penjualan yang saat ini masih terbatas di sekitar desa.

“Kami masih memproduksi secara manual dan kapasitas kami terbatas, terutama dari segi modal,” ujar Sarinah, salah satu anggota kelompok usaha tersebut.

Para ibu berharap bahwa usaha ini bisa menjadi sumber pendapatan yang lebih besar bagi warga yang kehilangan mata pencaharian akibat proyek Jatigede.

Sunarya, warga lainnya, menambahkan bahwa sebelumnya banyak ibu di lingkungan mereka hanya berkumpul tanpa aktivitas produktif. “Sekarang ada kegiatan positif yang menghasilkan, meskipun penjualan kami baru mencapai satu kuintal per minggu.”

Ke depan, kelompok ibu-ibu ini berharap bisa mendapatkan bantuan berupa mesin pres dan mesin parut agar produksi lebih cepat dan lebih banyak. “Kami siap memenuhi pesanan dalam jumlah besar jika ada permintaan,” ujar Enur, dengan penuh semangat. ***

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak