Bupati Sumedang Tinjau Dampak Proyek Tol Cisumdawu terhadap Lahan Pertanian Warga

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, didampingi Sekda Tuti Ruswati dan beberapa Kepala OPDmeninjau langsung dampak proyek Tol Cisumdawu terhasqp lahan pertanian warga di Dusun Cihamerang, Desa Sukasirnarasa, Kecamatan Rancakalong, Sabtu (8/3/2025).
Iwan Rahmat/SUMEDANGONLINE
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, didampingi Sekda Tuti Ruswati dan beberapa Kepala OPDmeninjau langsung dampak proyek Tol Cisumdawu terhasqp lahan pertanian warga di Dusun Cihamerang, Desa Sukasirnarasa, Kecamatan Rancakalong, Sabtu (8/3/2025).

Sumedang, 8 Maret 2025Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, bersama Sekda Tuti Ruswati dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau langsung dampak proyek Tol Cisumdawu terhadap lahan pertanian warga di Dusun Cihamerang, Desa Sukasirnarasa, Kecamatan Rancakalong, Sabtu (8/3/2025).

Dalam kunjungan tersebut, diketahui bahwa sekitar 9 hektare sawah warga terdampak akibat saluran air yang tersumbat oleh disposal proyek tol. Penyumbatan ini membentuk bendung yang menutup lahan pertanian, berpotensi memperparah kondisi jika tidak segera ditangani.

“Kami akan terus mengupayakan solusi. Langkah pertama adalah pengeringan lahan agar sawah dapat kembali ke fungsi semula. Karena jika tidak, ada potensi jebol yang bisa memperparah situasi. Pengeringan dan penataan kembali tanah akan dipercepat,” ujar Bupati Dony.

Pemkab Sumedang juga berencana melayangkan surat ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mempertimbangkan opsi pembebasan lahan bagi warga terdampak.

“Ada beberapa alternatif yang sedang kami pertimbangkan, termasuk opsi pembebasan lahan,” tambahnya.

Bupati Dony menegaskan bahwa perhatian khusus akan diberikan kepada 59 warga yang tidak dapat bercocok tanam akibat kondisi ini. Pemkab akan mengadakan musyawarah dengan seluruh pihak terkait, termasuk aparatur desa, untuk mencari solusi terbaik bagi warga yang mengalami kerugian.

“Kami berkomitmen menuntaskan masalah ini dengan cepat dan mencegah hal-hal yang tidak diharapkan melalui langkah antisipasi sejak dini,” tegasnya.

Ia berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Daerah dan Pusat agar solusi terbaik dapat segera diwujudkan. Dengan demikian, lahan pertanian warga dapat kembali produktif dan masyarakat tidak mengalami kerugian lebih lanjut. ***

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak