MADINAH – Sebanyak 438 jemaah haji asal Kabupaten Sumedang yang tergabung dalam Kloter 17 KJT melaksanakan city tour di Kota Madinah, Selasa (24/6/2025), sebagai bagian dari program ziarah sejarah Islam. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 05.30 Waktu Arab Saudi (WAS) hingga menjelang siang dengan menggunakan 9 armada bus.
Para jemaah mengunjungi tiga lokasi utama yang memiliki nilai spiritual dan sejarah tinggi, yaitu Masjid Quba, Kebun Kurma, dan Jabal Uhud.
Ziarah Bermakna: Jejak Sejarah Islam di Kota Nabi
Ketua Kloter 17 KJT, H. Agus Sodikin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan spiritual jemaah selama berada di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, seluruh jemaah mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Tiga tempat utama yang dikunjungi adalah Masjid Quba, Kebun Kurma, dan Jabal Uhud, sementara tempat lain hanya dilewati saja,” ungkapnya.
KH. Asep Fuad Adnan, Pimpinan KBIHU Al-Multazam Tanjungsari yang turut mendampingi, menyampaikan makna mendalam dari setiap lokasi:
Masjid Quba: Salat sunah di sini memiliki keutamaan besar, disebut Rasulullah SAW setara dengan pahala umrah.
Kebun Kurma: Lokasi populer untuk membeli oleh-oleh khas Madinah seperti kurma ajwa dan madu.
Jabal Uhud: Tempat bersejarah terjadinya Perang Uhud, tempat dimakamkannya sekitar 70 syuhada, termasuk Sayyidina Hamzah RA. Jabal Uhud dikenal sebagai bukit yang dicintai Rasulullah SAW dan akan dihadirkan di surga. Panjangnya mencapai 7 km dan tampak kemerah-merahan.
Ziarah Lain yang Dilewati
KH Asep juga menyebutkan bahwa Masjid Qiblatain, meski tidak dikunjungi langsung, turut dijadikan bagian dari rute city tour. Masjid ini dikenal karena pernah menjadi lokasi perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah.
Aman, Tertib, dan Penuh Spiritualitas
Selama pelaksanaan city tour, seluruh jemaah tampak khusyuk dan tertib. Perjalanan berjalan lancar dan penuh khidmat, mencerminkan semangat spiritual para jemaah dalam menelusuri jejak-jejak perjuangan Islam di Madinah.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pengalaman haji, memperkaya pemahaman sejarah Islam dan memperkuat kecintaan terhadap perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat. ***


















