“Saya minta kepada seluruh kepala OPD menerapkan pola pengelolaan sampah di Banyumas. Sistem Banyumas ini terbukti berhasil. Kita tiru, kita replikasi, dan kita sesuaikan dengan kondisi di Sumedang,” tegas Bupati Dony.
Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) saja, melainkan memerlukan peran aktif semua elemen, termasuk perangkat desa, sekolah, dan lembaga masyarakat.
Menurut Bupati Dony, Banyumas berhasil membuktikan bahwa sampah bisa menjadi sumber ekonomi jika dikelola dengan baik. Sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot, sedangkan sampah plastik diproses menjadi RDF (Refuse-Derived Fuel) dan paving block. Hanya sekitar 9% residu yang akhirnya dibuang ke TPA.
“Kalau kita pilah dari rumah, sampah bisa jadi berkah. Mari kita mulai gerakan pilah sampah dari rumah. Nanti yang organik dikantongi putih, yang anorganik di kantong hitam. Dengan begitu proses pengolahan akan lebih efektif,” ujar Bupati Dony.
Komitmen DLHK Sumedang


















