MINA – Hingga malam hari pada Jumat (6/6/2025), masih terdapat sejumlah jamaah haji yang kebingungan mencari maktab (tenda penginapan) mereka di kawasan Mina. Malam pun tiba setelah prosesi lempar Jumrah Aqabah yang dilakukan pada siang hari, bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1446 Hijriah.
Sepanjang hari, Mina dipenuhi ratusan ribu jamaah berbaju ihram. Mereka mengenakan syal bertuliskan nama maktab dan membawa berbagai perlengkapan seperti payung, botol air, semprotan penyegar, gunting kecil, kartu Nusuk, kartu maktab, serta minimal tujuh butir batu kerikil untuk melontar jumrah. Cuaca panas terik membuat para jamaah terpaksa menutup kepala dengan payung atau topi. Namun, saat senja turun, ruang gerak makin sempit karena padatnya lautan manusia yang belum kembali ke tenda masing-masing.
Hingga pukul 20.30 waktu setempat, sebagian jamaah masih tersesat dan kebingungan mencari arah menuju maktab mereka. Mereka harus mengandalkan petunjuk papan penunjuk arah, aplikasi peta digital, atau bantuan petugas yang berjaga.
Salah satu yang turun langsung membantu adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang sekaligus Petugas Haji Indonesia 2025, H. Hamzah Rukmana. Ia tampak menyusuri lorong-lorong tenda dengan senter di tangan, menenangkan jamaah yang panik, dan mengantarkan mereka ke tenda masing-masing.
“Kami tahu betapa lelahnya para jamaah setelah seharian beribadah. Saya upayakan semaksimal mungkin agar tidak ada jamaah yang tertinggal atau tersesat hingga malam,” ujar H. Hamzah.
Upaya ini menunjukkan kepedulian petugas haji dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan para jamaah di tengah kepadatan dan kompleksitas pelaksanaan ibadah haji di Mina. Semoga para jamaah dapat kembali ke maktab masing-masing dengan selamat dan khusyuk melanjutkan rangkaian ibadah haji.


















