Bambu Lestari, Aksi Nyata Mahasiswa KKNT Inovasi IPB Pulihkan Alam dan Berdayakan Warga Mekarasih Jatigede

Kosam Darusman/SUMEDANGONLINE
Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi 2025 melakukan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, melalui program bertajuk Bambu Lestari.

Sumedang, 20 Juli 2025 – Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi 2025 melakukan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, melalui program bertajuk Bambu Lestari.

Kegiatan utama berupa penanaman 80 bibit bambu dari 11 jenis bambu lokal dilakukan di wilayah rawan longsor seperti lereng bukit, tepi lahan pertanian, dan area sekitar aliran menuju Waduk Jatigede. Penanaman ini merupakan hasil kolaborasi dengan masyarakat lokal dan Lembaga Adat Desa Mekarasih.

Menurut Devan, Koordinator Desa KKNT IPB, penanaman bambu memiliki dua tujuan utama. “Bambu berfungsi sebagai tanggul hayati yang mampu mengikat tanah dan menghambat limpasan air permukaan. Ini penting agar Waduk Jatigede tidak cepat mengalami pendangkalan,” ujarnya.

Bambu diposisikan mengikuti kontur tanah untuk membentuk barisan penahan alami yang dapat mengurangi energi air hujan dan menjaga stabilitas lereng serta bantaran air.

Bambu: Pelindung Alam dan Komoditas Ekonomi

Selain untuk konservasi alam, program ini juga memperkenalkan bambu sebagai bahan baku kerajinan tangan yang bernilai ekonomis. Mahasiswa IPB memberikan pelatihan dasar pengolahan bambu menjadi produk seperti tikar, tampah, tudung saji, besek, rak serbaguna, hingga kerajinan hias dan furnitur bambu ringan.

Kepala Lembaga Adat PANCER BUANA, Pak Sihabudin, menyambut baik inisiatif ini. “Alhamdulillah, kegiatan Bambu Lestari bisa mengedukasi warga Desa Mekarasih, khususnya dalam pembibitan dan pemanfaatan bambu menjadi produk kerajinan bernilai jual,” ungkapnya.

Ia juga berharap kerja sama dengan IPB tidak berhenti di masa KKN saja, tetapi dapat berkelanjutan terutama dalam pengembangan dan pemasaran kerajinan bambu desa.

Solusi Berbasis Alam untuk Masa Depan Berkelanjutan

Melalui program Bambu Lestari, mahasiswa KKNT Inovasi IPB menerapkan pendekatan nature-based solutions yang tidak hanya fokus pada konservasi tanah dan air, tetapi juga berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi lokal secara langsung.

Langkah ini menjadi bukti komitmen generasi muda dalam membangun desa yang tangguh secara lingkungan dan mandiri secara ekonomi, khususnya di kawasan strategis sekitar Waduk Jatigede. (**)

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak