Menu

Mode Gelap

SOSOK · 29 Mei 2010 12:58 WIB ·

WIKANA

REPORTER: ADMIN | EDITOR: ADMIN

Satu keluarga tertimbun tanah saat longsor terjadi di Dusun Cukanggaleuh, Desa Cisurat, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sabtu, 22 Januari 2022.

KOSAM / SO LONGSOR CISURAT: Satu keluarga tertimbun tanah saat longsor terjadi di Dusun Cukanggaleuh, Desa Cisurat, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sabtu, 22 Januari 2022.

Wikana (lahir di Sumedang, Jawa Barat, 18 Oktober 1914[1] – ???) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Bersama Chaerul Saleh, Sukarni dan pemuda-pemuda lainnya dari Menteng 31, mereka menculik Soekarno dan Hatta dalam Peristiwa Rengasdengklok dengan tujuan agar kedua tokoh ini segera membacakan Proklamasi Kemerdekaan setelah kekalahan Jepang dari Sekutu pada tahun 1945.
Riwayat hidup
Pada masa mudanya ia aktif sebagai Angkatan Baru Indonesia dan Gerakan Rakyat Baru. Wikana pada peristiwa pencetusan Proklamasi 1945 melakukan peran paling penting karena berkat koneksinya di Angkatan Laut Jepang atau Kaigun, Proklamasi 1945 bisa dirumuskan di rumah dinas Laksamana Maeda di Menteng yang terjamin keamanannya. Selain itu Wikana juga mengatur semua keperluan Pembacaan Proklamasi di rumah Bung Karno di Pegangsaan 56. Ia juga sangat tegang saat melihat Bung Karno sakit malaria pagi hari menjelang detik-detik pembacaan Proklamasi. Wikana yang membujuk kalangan militer Jepang untuk tidak mengganggu jalannya upacara pembacaan teks proklamasi. Setelah kemerdekaan berjalan, kehidupan Wikana sangat rumit, karena ia dianggap terlibat Peristiwa Madiun 1948, namun berhasil lepas dari kejaran tentara. Bersama dengan pejuang-pejuang dari Nasionalis sayap kiri ia menghilang dan baru kembali setelah DN Aidit melakukan pledoi terhadap kasus Madiun 1948 yang mulai digugat oleh Jaksa Dali Mutiara pada 2 Februari 1955. Namun revitalisasi PKI ditangan DN Aidit membuat Wikana tersingkir dan dianggap bagian dari golongan tua yang tidak progresif. Hal ini sama dengan kasus penyingkiran kaum komunis ex-Digulis oleh anak-anak muda PKI, karena tidak sesuai dengan perkembangan perjuangan komunis yang lebih Nasionalis dan mendekat pada Bung Karno. Terakhir Wikana tinggal di daerah Simpangan Matraman Plantsoen dalam keadaan miskin dan sengsara karena tidak mendapat tempat di PKI dan diisolir oleh Aidit. Pada saat itu Waperdam Chaerul Saleh pada tahun 1965 menarik Wikana menjadi anggota MPRS. Pada saat penangkapan-penangkapan setelah kejadian GESTAPU, Wikana hilang begitu saja dan sampai sekarang tidak jelas keberadaannya.

Facebook Comments Box
Baca Juga  Kang Ibing (RADEN AANG KUSMAYATNA KUSUMADINATA
Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Andre Lochness, Ajak Kaum Milenial Jauhi Narkoba

5 November 2019 - 18:12 WIB

Dea: Jatinangor Perlu Ditata

1 Oktober 2014 - 18:26 WIB

Hari ini, 21 Oktober lalu, Pangeran Santri Dinobatkan Sebagai Penguasa Sumedang

21 Oktober 2012 - 08:51 WIB

Wikana, Lahir Di Sumedang 18 Oktober

18 Oktober 2012 - 08:39 WIB

Ali Sadikin

29 Mei 2010 - 12:38 WIB

Indah Sita Nursanti

29 Mei 2010 - 12:30 WIB

Trending di SOSOK