Home / PENDIDIKAN

Rabu, 26 Desember 2012 - 08:35 WIB

Eni Prihatin Bahasa Daerah Akan Dihapus



WADO – Adanya wacana bahasa daerah termasuk di dalamnya Bahasa Sunda akan dihapus dalam kurikulum pendidikan di sekolah oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, mengundang reaksi sejumlah tokoh dan budayawan Sunda di Sumedang.

Eni dan Rd Otong saat minum lahang bersama.

Eni dan Rd Otong saat minum lahang bersama.

Salahsatu tokoh budayawan Sumedang, Hj Eni Sumarni MKes, yang juga calon bupati dari jalur perseorangan, akan menentang usulan Mendikbud tersebut. Menurut pandangannya, jangankan dihapus ada saja sekarang Bahasa Sunda sudah ripuh, apalagi kalau dihapus. “Sekarang saja kurikulum Bahasa Sunda dalam muatan lokal ada pelajarannya di sekolah, Bahasa Sunda susah berkembang, apalagi kalau dihapus kurikulum bahasa daerahnya,” kata Eni Sumarni, usai mengikuti giat hajat lembur di makam Gagak Sangkur, Dusun Sundulan, Desa Padajaya, Kecamatan Wado, Minggu (23/12).

Disisi lain Eni, justru berharap jika kearifan lokal dapat masuk dalam kurikulum sekolah. “Saya akan mengangkat kearifan lokal, terutama budi pekerti dan sejarah leluhur Sumedang harus masuk kurikulum. Ingat kata Bung Karno, jas merah, yang artinya jangan sampai melupakan sejarah. Warga Sumedang harus mendukung ke arah sana, karena kalau kita tak ingin hancur secara moral,” ungkapnya.

Baca Juga  Pemkab Sumedang Datangi Bawaslu

Hal senada dikatakan kasepahan Kaprabuan Sumedang Larang, H Rd Otong Suria Kusumadinata. Pentingnya penggalian sejarah Sumedang, karena menurut pandangan Otong, apa yang wariskan oleh leluhur adalah prilaku yang baik. “Seperti kata bu Eni waktu di Srimanganti, bahwa kita kudu nincak dinu bener ulah nincak dinu salah, itu intinya,” ungkap Otong.

Momen ritual suci (ritus) buku tahun yang rutin dilaksanakan setiap 23 Desember, diharapkan Otong menjadi salahsatu tonggak akan dipakainya kembali kearifan lokal di Sumedang.

Terkait penghapusan bahasa daerah oleh Mendikbud, Otong mengaku, pihaknya akan segera melakukan musyawarah dengan berbagai leading sector untuk membahas hal itu. “Siapa yang berbicara itu kita akan sumpah, jangan sampai lebih buruk daripada kulit lasun,” tambah Otong.

Sementara itu, Camat Wado Widodo Heru P, mengatakan kegiatan ritus buku tahun Dusun Sundulan, tak ada kaitannya dengan kampanye calon bupati Sumedang, meskipun dihadiri dua calon bupati. “Ini hanya wujud syukur kita pada Allah SWT, termasuk mengingat para pahlawan dan para karuhun Sumedang. Tidak ada muatan politik, selain unsur budaya masyarakat setempat yang suka dilaksanakan setiap tahun. Hanya saja sekarang bertepatan dengan Pilkada makanya panitia mengundang seluruh calon bupati, tapi yang hadir hanya dua orang, makanya saya tadi sosialisasikan semuanya nama-nama calon termasuk Sumedang dan Jawa Barat,” ungkap Widodo.

Baca Juga  Dinkes Sumedang, Tingkatkan Layanan Kesehatan

Hal senada dikatakan Kades Padajaya, Taryana SP, ia membenarkan apa yang dinyatakan Camat Wado. Bahkan, tanpa adanya kunjungan calon bupati itu pun sebut Taryana, kegiatan ritus hajat lembur masih dapat terus dilaksanakan. “Rutin tiap tahun, apalagi bagi masyarakat Padajaya pada panen kemarin lumayan bagus, nyawah juga lancar, mudah-mudahan menjadi barokah. Ada pun kedatangan mereka itu merupakan sebuah kebanggan, tapi tolong jangan dipolitisir,” ungkap Taryana.(ign)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

PENDIDIKAN

Dua Ahli Pertanian Jepang Ini Sampaikan Kuliah Umum di IPB
Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Penelitian, Dr. M. Yahya Arwiyah, bersama tim abdimas, mahasiswa dan masyarakat di lokasi pengolahan limbah.

PENDIDIKAN

Desa Binaan Telkom University Hasilkan Pupuk Organik

PENDIDIKAN

Sumedang Raih Juara II Tata Rias Sanggul di Bekasi Ekspo Tingkat Jawa Barat

PENDIDIKAN

IGI Sumedang Rangkul PGRI Gelar Workshop

PENDIDIKAN

Belum dibayar, ahli waris segel SDN Kirisik padahal mau ujian nih …
Sebanyak 13 sekolah dasar yang ada di Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang terdiri dari kepala sekolah dan guru mengikuti kegiatan dan pengarahan dari pengawas terkait pembelajaran di tahun pelajaran baru 2020/2021 di SD Negeri Gudang Kopi 1 dan 2. Sabtu, 11 Juli 2020.

PENDIDIKAN

Efektifkan Tujuh Stretegi Pembelajaran Kepala Sekolah di Sumedang Selatan Ikuti Kegiatan Pengarahan

PENDIDIKAN

Bangun Kantin Sehat Dibebankan ke Orangtua Murid

PENDIDIKAN

IPPNU MA gelar pelatihan jurnalistik