Harga Sapi Melambung Hingga Rp 20juta per-Ekor

SUMEKS, TANJUNGSARI – Pedagang hewan sapi yang ada di sekitar pasar hewan Tanjungsari mengaku mengalami rugi. Sebab harga sapi saat ini melonjak tinggi setelah pemerintah menghapus kebijakan impor sapi dari luar negeri.

Sapi yang biasa dijual di pasar hewan Tanjungsari harganya mengalami kenaikan. Kini penjualan sapi di pasar hewan itu tidak seramai dulu.
Sapi yang biasa dijual di pasar hewan Tanjungsari harganya mengalami kenaikan. Kini penjualan sapi di pasar hewan itu tidak seramai dulu.

Tentunya larangan impor sapi itu berdampak langsung pada penjualan sapi terutama bagi pedagang yang biasa bertransaksi di pasar hewan itu.

”Dengan naiknya harga sapi bukan malah menjadi untung. Kami mengalami kerugian dengan naiknya harga itu, sebab kenaikan harga itu mengakibatkan berkurangnya para pembeli,” kata pedagang sapi di pasar hewan Tanjungsar, Saidam (55).

Baca Juga  Tabrak Lari, Lim Tewas Mengenaskan

Menurut dia, sepinya penjualan sapi mulai terasa sejak diberlakukanya larangan impor sapi oleh pemerintah pada akhir tahun 2012. Dengan demikian dampaknya sendiri langsung dirasakan para pedagang hewan.

”Sebenarnya belum ada yang mendapatkan keuntungan dengan kenaikan harga sapi lokal itu. Sebab untuk bisa mendapatkan keutungan jika ada konsumen yang membeli sapi sekarang mula sulit. Sedangkan orang yang akan membeli sapi sendiri mulai berkurang bahkan nyaris tidak ada. Mungkin saja sepinya pembeli karena mereka tidak berani dengan harga sapi dengan kondisi saat ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Besok, Uji Coba Gilir Air di PGJ

Biasanya sapi dengan kondisi sedang bisa di jual antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Bahkan ada juga harga sapi yang dibandrol Rp 7 juta. ”Namun saat ini, tidak ada kondisi sapi yang seperti itu dijual dengan harga demikian, tetapi sekarang harganya melonjak tinggi,” katanya.

Rata-rata penjualan sapi saat ini dengan kondisi sedang mencapai Rp 20 juta. Sehingga katanya, pembeli sapi untuk dijual ke jagal pun belum berani membeli dengan kondisi harga saat ini.

Baca Juga  Kahatex: Saluran Itu Tadah Hujan

”Mana berani komsumen membeli sapi dengan harga seperti saat ini. Rata-rata pembelian sapi itu didominasi oleh para pedagang daging di beberapa pasar tradisional di wilayah Jawa Barat hingga ke beberapa daerah yang ada di Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Sedangkan harga daging sapi sendiri saat ini melambung tinggi,” ujarnya. (kos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK